Kompas.com - 20/04/2018, 23:52 WIB
Australia mengalami banyak perubahan mengenai ganja medis, dan kini Partai Hijau menjadikan legalisasi ganja sebagai misi politik. AUSTRALIA PLUS/REUTERSAustralia mengalami banyak perubahan mengenai ganja medis, dan kini Partai Hijau menjadikan legalisasi ganja sebagai misi politik.

CANBERRA, KOMPAS.com - Partai Hijau (The Greens) di Australia menyatakan ingin memperjuangkan legalisasi ganja untuk warga di atas 18 tahun dan merebut komoditas psikotropika itu dari tangan kriminal pengedar.

Senator Partai Hijau Richard Di Natale berpendapat, usulan partainya tidak akan menghasilkan penjualan dan penggunaan ganja secara luas, dengan catatan akan ada peraturan ketat tentang penjualan dan produksi.

Sebagai bagian dari rencana, sebuah agensi akan dibuat untuk menjadi satu-satunya pedagang grosir ganja, serta outlet yang bertanggung jawab mengeluarkan lisensi bagi para calon petani dan pengecer.

"Sebagai mantan dokter obat dan alkohol, saya telah melihat betapa merusaknya pendekatan obat-obatan terhadap orang," kata Senator Di Natale.

Baca juga: Penelitian Baru: Bahaya Ganja Pada Otak Remaja Dilebih-lebihkan

"Kita harus mengambil ini dari tangan para penjahat dan pedagang. Kita harus memastikan itu ada di tangan para profesional kesehatan."

"Kita harus memiliki lingkungan yang jauh lebih terkontrol dan terkendali," tambahnya.

Partai Hijau mendesak warga Australia melihat ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Spanyol dan Uruguay sebagai contoh legalisasi ganja yang mengarah ke penurunan kejahatan terkait narkoba.

Mereka berpendapat itu juga bisa memberikan pendapatan yang diterima melalui sistem perpajakan.

Berdasarkan rencana partai kecil ini, akan ada hukuman yang ketat bagi orang yang tertangkap menjual ganja kepada anak di bawah umur.

Senator Di Natale mengatakan lebih berbahaya untuk terus melarang penggunaan ganja, dan meminta Australia untuk realistis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X