Kompas.com - 20/04/2018, 17:42 WIB
|

LONDON, KOMPAS.com - Seorang tukang cukur yang dianggap memberi model rambut yang "memalukan" untuk seorang bocah 10 tahun dan memaksa bocah itu menyapu salonnya, dijatuhi hukuman penjara.

Abdulrahim Omar (21), tukang cukur asal kota Bedford, Inggris itu, dikabarkan mencukur rambut bocah itu dengan ukuran "nomor satu" atau nyaris botak.

Alhasil, bocah yang tadinya amat bangga dengan model rambutnya ditertawakan sejumlah orang di salon milik Omar. Malu ditertawakan, anak itu kemudian menghubungi polisi.

Saat polisi datang dan menangkap Omar, pria itu mengakui perbuatannya dan mengatakan hal itu dilakukannya untuk memberi pelajaran untuk sang bocah.

Baca juga : Tak Suka Model Pangkasan Rambut, Oknum Polisi Pukuli Tukang Cukur

Omar mengatakan, bocah itu berusaha menggunakan alat cukur sendiri dan dia ingin menunjukkan bahwa hal itu sangat berbahaya.

Namun, alasan itu tidak diterima polisi yang kemudian melanjutkan penahanan. Omar kemudian dihadapkan ke pengadilan Luton.

"Anak itu amat bangga dengan gaya rambutnya dann merasa hal itu amat penting dalam hidupnya. Akibat hal ini, anak tersebut mengalami penderitaan psikologi dan fisik," ujar jaksa Alex Radley.

Sementara, kuasa hukum Omar mengatakan, kliennya sadar telah melakukan kesalahan dan memahami konsekuensinya.

"Omar adalah pribadi yang baik dan sudah mengaku bersalah serta meminta maaf atas perilakunya," kata pengacara, Ahtiq Raja.

"Klien saya mengetahui tak ada alasan untuk perbuatannya dan apa yang dilakukan salah," tambah Raja.

Di pengadilan, juga terungkap fakta bahwa Omar tak hanya menggunduli anak itu tetapi juga menyuruhnya menyapu bekas rambut di salonnya tersebut.

Baca juga : Tukang Cukur Ini Gunakan Mulut untuk Pangkas Rambut...

Akhirnya, hakim Richard Foster yang memimpin sidang menjatuhkan hukuman kurungan selama delapan bulan untuk Omar.

"Pelanggaran ini adalah sebuah upaya mempermalukan seorang anak 10 tahun. Perbuatannya sungguh tak bisa diterima apalagi terhadap anak-anak," kata hakim Foster.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Yahoo News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.