50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Kompas.com - 19/04/2018, 23:46 WIB
Raja Mswati III yang kini menjadi Raja Kerajaan eSwatini. AFP/GULSHAN KHANRaja Mswati III yang kini menjadi Raja Kerajaan eSwatini.

MANZINI, KOMPAS.com - Swaziland, sebuah negara kecil di Afrika Selatan akan memperingati 50 tahun kemerdekaannya pada tahun ini. Raja Swaziland, Mswati III, menyambut momentum setengah abad kemerdekaan negaranya dengan mengganti nama negaranya menjadi eSwatini.

Negara tersebut terletak di antara Afrika Selatan dan Mozambik yang meraih kemerdekaannya pada tahun 1968, setelah menjadi wilayah protektorat Inggris selama lebih dari 60 tahun.

Raja Mswati III telah mengumumkan perubahan nama negara tersebut saat perayaan hari kemerdekaan yang digelar di sebuah stadion olahraga di kota Manzini, kota kedua negara itu.

"Saya ingin mengumumkan bahwa Swaziland sekarang akan kembali ke nama aslinya," kata raja yang mengenakan seragam militer berwarna merah.

Baca juga: Luksemburg, Negara dengan Kemudahan Bisnis Terbaik di Dunia

"Negara-negara Afrika dalam meraih kemerdekaannya mengembalikan nama negara ke nama kuno mereka sebelum mereka dijajah. Maka mulai saat ini, negara ini akan resmi dikenal sebagai Kerajaan eSwatini," tambah Raja Mswati III.

Penggunaan nama Swaziland yang telah digunakan selama berpuluh-puluh tahun meski telah merdeka itu sempat memicu pertentangan warga karena nama itu adalah gabungan dari "Swazi" dan "Inggris".

Rencana penggantian nama Swaziland ke nama sebenarnya telah menjadi perdebatan di pemerintahan sejak 2015. Raja bahkan sempat menggunakan nama baru itu dalam pidato resmi sebelumnya.

Raja Mswati III diangkat pada 1986 saat masih berusia 18 tahun dan telah memerintah dengan dekrit dan sering dikritik karena gaya hidup mewahnya di tengah kemiskinan rakyatnya.

Meski menggelar pemilihan, partai-partai politik dilarang ikut serta dan hanya kandidat yang disetujui para pemimpin loyal yang dapat mencalonkan diri.

Negara dengan populasi 1,3 juta orang itu tercatat sebagai negara dengan penderita HIV tertinggi di dunia, yakni mencapai 27 persen dari seluruh orang dewasa.

Perubahan nama negara tersebut praktis akan berpengaruh pada konstitusi negara yang juga harus ditulis ulang. Demikian diberitakan AFP.

Baca juga: Finlandia, Negara Paling Bahagia di Dunia



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X