Miguel Diaz-Canel, Pemimpin Pertama Kuba yang Lahir Setelah Revolusi 1959

Kompas.com - 19/04/2018, 22:28 WIB
Presiden Kuba Raul Castro berbicara dengan Wakil Presiden Kuba Miguel Diaz Canel saat pembukaan sidang Majelis Nasional di Havana, Kuba, Jumat, 8 Juli 2016. AP/ Ismael FranciscoPresiden Kuba Raul Castro berbicara dengan Wakil Presiden Kuba Miguel Diaz Canel saat pembukaan sidang Majelis Nasional di Havana, Kuba, Jumat, 8 Juli 2016.

 

HAVANA, KOMPAS.com - Pertemuan Dewan Nasional Kuba yang berlangsung pada Kamis (19/4/2018) berjalan dengan sangat mulus.

Dilaporkan kantor berita AFP, Presiden Kuba Raul Castro mengumumkan Wakil Presiden Miguel Diaz-Canel sebagai penggantinya.

Dalam pidato pertamanya sebagai orang nomor satu di Negara "Permata Antilles", Diaz-Canel menyatakan bahwa dia bakal melanjutkan revolusi di Kuba.

"Saya tidak akan sekadar berjanji. Saya dipilih untuk bekerja, loyal kepada Commandante Fidel Castro, dan mencontoh Jenderal Raul Castro," ucap Diaz-Canel.

Presiden berusia 57 tahun tersebut menjadi pemimpin pertama yang lahir setelah era Revolusi Kuba di 1959. Butuh waktu lebih dari 20 tahun baginya untuk mencapai posisi sekarang.

Baca juga : Akhir Kekuasaan Dinasti Castro di Kuba

Setelah menyelesaikan studinya di bidang teknik listrik di Provinsi Villa Clara, Diaz-Canel sempat menjadi pengajar sebelum memutuskan bergabung dengan Partai Komunis.

Di 1994, dia dilantik menjadi Gubernur Provinsi Villa Clara, di mana warga setempat langsung terkesima dengan sosoknya.

Sebab, selama bekerja, Diaz-Canel kerap menaiki sepeda kayuh, menunjukkan kesederhanaannya di tengah berkuasanya rezim Castro.

Pada 2003, ketika menjabat sebagai Gubernur Holguin, dia diserahi mandat sebagai salah satu anggota Politbiro Partai Komunis.

Pada 2009, Raul Castro melantiknya sebagai Menteri Pendidikan. 22 Maret 2012, dia didapuk sebagai Wakil Presiden Dewan Menteri (setara Wakil Perdana Menteri).

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X