Rusia Mengklaim Punya Bukti Serangan Senjata Kimia di Suriah Palsu

Kompas.com - 19/04/2018, 22:02 WIB
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia berbicara kepada media di markas besar PBB pada 26 Maret 2018 di New York, Amerika Serikat. (AFP/Spencer Platt) Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia berbicara kepada media di markas besar PBB pada 26 Maret 2018 di New York, Amerika Serikat. (AFP/Spencer Platt)

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia mengklaim dapat membuktikan kepada PBB bahwa informasi yang menunjukkan serangan senjata kimia di Suriah pada awal April lalu adalah rekayasa.

Informasi yang dimaksud Rusia yakni sebuah wawancara yang dilakukan dengan seorang anak korban senjata kimia di kota Douma, Suriah.

Menurut Moskwa, video tersebut dapat membuktikan bahwa dugaan serangan senjata kimia yang telah menewaskan lebih dari 40 orang tersebut adalah sebuah rekayasa.

Baca juga: Rusia: Penyelidikan Serangan Senjata Kimia di Suriah Tidak Diperlukan

Televisi pemerintah Rusia pada Rabu (18/4/2018) menyiarkan sebuah hasil wawancara dengan seorang anak, yang diidentifikasi sebagai bocah Suriah bernama Hassan Diab, yang berusia 11 tahun.

Rusia mengatakan, dugaan kekejaman yang terjadi telah dipertunjukkan oleh organisasi pertahanan sipil Helm Putih.

"Kami telah memiliki versi dengan terjemahan dari laporan ini," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia kepada saluran pemerintah, Rossiya 1, pada Kamis (19/4/2018).

"Kami telah mendistribusikan rekaman ini ke negara anggota (Dewan Keamanan PBB) dan juga para wartawan. Pada pertemuan Dewan Keamanan berikutnya, kami akan mencari cara untuk mengungkapkannya," tambah Nebenzia.

Rekaman video tersebut telah disebar ke media, termasuk AFP. Namun demikian kebenaran video tersebut masih memerlukan verifikasi dan tidak dapat diklaim secara independen.

Negara-negara Barat, yakni AS bersama Inggris dan Perancis telah menuduh pemerintah Suriah melakukan serangan zat kimia ke kota Douma pada 7 April.

Militer ketiga negara kemudian melancarkan serangan dengan menembakan lebih dari 100 misil yang menargetkan tiga lokasi yang diduga terkait program senjata kimia Suriah.

Baca juga: AS dan Perancis Mengaku Punya Bukti Suriah Gunakan Senjata Kimia

Dalam video yang disebarkan Rusia, menampilkan seorang pria yang mengaku sebagai ayah dari Hassan Diab, yang dalam rekaman bukti disebut sebagai korban senjata kimia.

Namun dalam video yang dimiliki Rusia, menunjukkan saluran Rossiya 24, pria itu mengatakan putranya mendapat kurma, beras dan kue untuk berperan dalam rekaman bukti tersebut.



Terkini Lainnya

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Kisah Pengembangan dan Kiprah Pesawat Siluman Pertama di Dunia

Internasional
Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Terima Kunjungan Presiden Ukraina, Kanselir Jerman Kejang-kejang

Internasional
Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Ditabrak Rombongan Pangeran William-Kate Middleton, Nenek 83 Tahun Alami Luka Serius

Internasional
Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Terkena Kondisi Aneh, Payudara Wanita Ini Tumbuh Tak Terkendali

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

[POPULER INTERNASIONAL] AS Kirim Pasukan ke Timur Tengah | China dan Jepang Diguncang Gempa

Internasional
YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

YouTuber Ini Beli Sebuah Kota Kecil di AS untuk Diubah Namanya

Internasional
PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

PBB: Indonesia Ikut Bertanggung Jawab dalam Pertumbuhan Populasi Dunia pada 2050

Internasional
Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Trump Sebut Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman Masalah Kecil

Internasional
Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Kelaparan, Seekor Beruang Kutub Ditemukan Berkeliaran di Siberia

Internasional
Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Diultimatum soal Pembelian S-400, Turki Sebut AS Tak Bertindak Layaknya Sekutu

Internasional
Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Gempa Berkekuatan 6,8 Landa Jepang, Picu Peringatan Tsunami

Internasional
Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Catatkan Rekor, 885 Pendaki Capai Puncak Everest di Bulan Mei

Internasional
Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Rusia: Kami Korban Serangan Siber AS selama Bertahun-tahun

Internasional
Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Ledakan Misterius di Perbatasan China-Korut karena Aktivitas Penambangan Batu

Internasional
Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Tak Ada Listrik di Rumah, Bocah Ini Kerjakan PR di Bawah Lampu Jalanan

Internasional

Close Ads X