Pemimpin Tertinggi Iran Berhenti Gunakan Aplikasi Telegram

Kompas.com - 19/04/2018, 17:21 WIB
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. AFPPemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran telah melarang instansi pemerintah dalam menggunakan aplikasi jejaring sosial buatan asing. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pun mengumumkan akan berhenti menggunakan Telegram.

Pengumuman tersebut disampaikan Khamenei menyusul kemungkinan Iran yang akan segera memblok aplikasi layanan pesan instan buatan orang Rusia, Pavel Durov, itu yang diklaim memiliki 40 juta pengguna di negara Republik Islam.

"Sejalan dengan upaya menjaga kepentingan nasional dan menghapus monopoli jejaring pesan Telegram, mulai saat ini situs web untuk pelestarian dan publikasi karya-karya Ayatollah Khamenei akan berhenti menggunakan jaringan ini," tulis pesan terakhir Khamenei dalam saluran Telegramnya, Rabu (18/7/2018).

Pesan tersebut juga meneruskan penggunanya ke akun layanan pesan buatan Iran, termasuk Soroush dan Gap yang tengah dipromosikan oleh pemerintah. Demikian diberitkan AFP.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Negosiasi dengan Israel Tak Bisa Dimaafkan

Tidak disebutkan apakah Khamenei juga akan menghapus lima akun Twitter miliknya, meski layanan aplikasi itu bersama dengan Facebook telah diblok di Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani juga telah lebih dulu mengumumkan berhenti menggunakan Telegram dan akan melanjutkan menggunakan aplikasi pesan buatan dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah yang sama juga dilakukan Wakil Presiden Pertama Eshagh Jahangiri dan Juru Bicara Menteri Luar Negeri Bahram Ghassemi yang telah menutup akun Telegram mereka.

Sebelumnya pada Minggu (15/4/2018), Kementerian Pendidikan Iran telah memberlakukan larangan penggunaan aplikasi jejaring sosial buatan asing, seperti Telegram dan WhatsApp di sekolah-sekolah.

Selasa (17/4/2018), lalu anggota parlemen konservatif Abolfazl Abutorabi menyampaikan bahwa semua layanan pesan buatan asing dapat segera dilarang, secepatnya pada Sabtu (21/4/2018), dengan Telegram yang akan dilarang pertama kali.

Menurut media Iran, larangan penggunaan layanan pesan buatan asing telah diberlakukan di semua lembaga publik sejak Rabu (18/4/2018).

Tidak diterangkan apakah larangan hanya berlaku pada jam kerja dan apa hukuman bagi yang melanggar.

Baca juga: Iran Larang Penggunaan Telegram dan Instagram di Sekolah

Pemberlakuan larangan penggunaan aplikasi layanan pesan buatan asing itu sebagai upaya rezim dalam menghindari terulangnya aksi protes yang melanda puluhan kota di Iran pada Desember hingga Januari lalu, karena banyak aksi yang diorganisir dari media sosial.

Sebagai gantinya, pemerintah mempromosikan penggunakan aplikasi layanan pesan dan media sosial buatan lokal, seperti Soroush yang diklaim telah memiliki 5 juta pengguna, dan Gap yang dipakai oleh lebih dari 1,3 juta pengguna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.