Kompas.com - 19/04/2018, 12:53 WIB
|

Pada 9 Januari 1943, Komandan Pasukan SS Heinrich Himmler berkunjung ke ghetto Warsawa dan memerintahkan pemindahan 8.000 orang Yahudi.

Pemindahan yang terjadi pada Januari itu mengagetkan warga Yahudi yang menganggap akhir hidup mereka sudah tiba.

Akhirnya mereka bersembunyi di tempat-tempat yang sudah mereka siapkan sejak April tahun sebelumnya dan tidak melaporkan diri kepada petugas seperti yang diperintahkan.

Akhirnya, perlawanan pecah. Pasukan Yahudi dengan cepat menyerang lalu kabur lewat atap-atap rumah. Sementara pasukan Jerman dilanda kebingungan dan ragu dalam bertindak.

Baca juga : Dokumen Holocaust Ditemukan di Balik Dinding Apartemen di Budapest

Saat pemindahan warga Yahudi kemudian tak berlanjut, pasukan perlawanan Yahudi menganggapnya sebagai sebuah kemenangan dan mereka menguasai ghetto.

Pasukan perlawanan membuat tempat persembunyian yang kuat dan meningkatkan  kemampuan unit-unit tempurnya untuk mempersiapkan pertempuran selanjutnya.

"Kami melihat diri kami sebagai perlawanan bawah tanah Yahudi yang bernasib tragis. Kami harus melawan karena kami tak melihat tanda-tanda harapan atau bantuan," ujar salah seorang pimpinan ZOB.

Akibat perlawanan ini, pasukan Jerman mundur dari ghetto dan menunda pemindahan bangsa Yahudi hingga 19 April.

Saat itulah, Himmler menggelar operasi besar-besaran untuk membersihkan ghetto dari perlawanan untuk menghormati hari lahir Hitler pada 20 April.

Pada dini hari, 2.000 prajurit SS dan pasukan AD Jerman bergerak memasuki ghetto dengan didukung tank, artileri, dan truk pengangkut amunisi.

Saat sebagian besar warga Yahudi bersembunyi di dalam sejumlah bunker, pasukan ZOB dan beberapa kelompok perlawanan mandiri yang seluruhnya berjumlah 1.500 orang melepaskan tembakan ke arah pasukan Jerman.

Mereka menggunakan persenjataan apa adanya mulai dari pistol, sejumlah senapan, satu senapan mesin, serta bom rakitan. Mereka sukses menghancurkan beberapa tank, membunuh sejumlah prajurit Jerman, dan menahan pasukan Jerman yang akan memasuki ghetto.

Baca juga : Perancis Mau Bayar Kompensasi 60 Juta Dollar AS untuk Korban Holocaust

Pasukan Jerman kemudian menggunakan gas, anjing polisi, dan penyembur api untuk memaksa pasukan perlawanan Yahudi keluar dari persembunyian mereka.

Pada hari ketiga, Jerman mengubah taktik. Mereka tak lagi menyerbut ghetto dengan pasukan besar tetapi bergerak dengan pasukan-pasukan kecil.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.