Ratusan Pengungsi Suriah Mulai Tinggalkan Lebanon Selatan

Kompas.com - 18/04/2018, 23:52 WIB
Para pengungsi Suriah di Lebanon selatan bersiap untuk menaiki bus yang akan membawa mereka kembali ke kampung halaman mereka. AFP/ALI DIAPara pengungsi Suriah di Lebanon selatan bersiap untuk menaiki bus yang akan membawa mereka kembali ke kampung halaman mereka.

BEIRUT, KOMPAS.com - Sekitar 500 pengungsi Suriah yang menyelamatkan diri dari konflik ke Lebanon selatan dilaporkan mulai kembali di bawah perjanjian antara Beirut dengan Damaskus.

Dilaporkan AFP, pada Rabu (18/4/2018), sebanyak 15 bus yang disediakan pemerintah Suriah telah mencapai kota Shebaa di Lebanon selatan dan siap mengangkut para pengungsi.

Badan Pengungsi PBB mengatakan, pihaknya mengetahui rencana pemulangan para pengungsi Suriah tersebut namun mengaku tidak terlibat dalam perjanjian kedua pemerintahan dengan mempertimbangkan situasi kemanusiaan dan keamanan di negara yang dilanda konflik itu.

Bus-bus yang disiapkan dikawal pasukan Keamanan Umum Lebanon yang telah bersiap di sepanjang perbatasan.

Baca juga: 500.000 Pengungsi Suriah di Turki Diharapkan Segera Kembali ke Afrin

Diperkirakan mencapai 500 pengungsi Suriah yang telah tinggal bertahun-tahun di kota Shebaa setelah melarikan diri dari perang, mulai menaiki bus.

Kantor berita Lebanon mengatakan, operasi pemulangan pengungsi dilakukan berkoordinasi dengan pasukan keamanan dan hanya mengankut penungsi berdasarkan daftar nama yang telah diberikan.

Sementara dilaporkan kantor berita Suriah, SANA, para pengungsi tersebut akan diantar kembali ke desa Beit Jin, di barat daya Damaskus.

Proses pemulangan pengungsi tak lepas dari keberhasilan pasukan rezim Suriah yang telah merebut kembali Beit Jin dari kelompok pemberontak beberapa bulan lalu.

Perang di Suriah pecah pada tahun 2011 dan telah memasuki tahun ke delapan. Dilaporkan telah lebih dari 350.000 orang menjadi korban tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Tidak sampai satu juta pengungsi Suriah yang terdaftar di Lebanon. Namun jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih banyak.

Baca juga: Indonesia Beri Bantuan kepada Pengungsi Suriah di Lebanon

Para pengungsi tersebut telah turut membebani infrastruktur di Lebanon dari air dan listrik, memaksa Beirut terus mendesak pemulangan ke Suriah.

Namun PBB terus memperingatkan akan bahaya yang mengancam nyawa para pengungsi jika kembali ke Suriah karena situasi peperangan yang tak kunjung usai.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Kerusuhan India: Kisah Pria yang Dipukuli karena Berjenggot dan Pakai Gamis

Internasional
Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X