Kompas.com - 18/04/2018, 17:13 WIB

KOMPAS.com - Bagi sebagian kalangan investor, namanya begitu penting dalam mengambil keputusan krusial.

Dia adalah JP Morgan, salah satu orang terkaya dan pelaku usaha paling kuat di dunia melalui pendirian bank swasta dan konsolidasi industri pada akhir 1800-an.

Pengaruhnya terhadap perekonomian masih terasa hingga kini. Investor kerap kali melihat rekomendasi JP Morgan, Chase & Co, sebuah bank investasi di Amerika Serikat yang memberikan peringkat investasi saham di negara tertentu.

JP Morgan juga pernah memimpin koalisi perbankan untuk menghentikan krisis keuangan yang dikenal sebagai Kepanikan 1907. Tak hanya itu, dia dianggap berdedikasi terhadap modernisasi bisnis di Amerika Serikat.

Awal kehidupan

John Pierpont Morgan lahir pada 17 April 1837, di Hartford, Connecticut, AS.

Keluarganya merupakan orang terkemuka di New England. Kakek dari pihak ayah, Joseph, merupakan pendiri perusahaan asuransi Aetna, dan ayahnya, Junius, pelaku bisnis barang kering yang sukses.

Ibu Morgan adalah putri dari menteri terkenal dan seorang penyair, John Pierpont. Sementara saudara lainnya, James Pierpont, merupakan pendiri dari Universitas Yale.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Gabriel Garcia Marquez, Pencetus Sastra Realisme Magis

Sejak kecil, Morgan dikenal sebagai seorang anak yang sakit-sakitan. Dia sering terkena kejang dan penyakit misterius lainnya.

Ketika sedang tak sakit, dia gemar mengunjungi galeri dan konser bersama orang tuanya. Itulah mengapa dia begitu menyukai seni seumur hidupnya.

Pada 1854, sang ayah memutuskan untuk memindahkan keluarganya ke London untuk memulai karier barunya sebagai mitra di firma perbankan George Peabody & Co.

Pindah ke Benua Biru, orangtuanya memutuskan untuk mengirimnya ke Institut Silig di Swiss, di mana dia menjadi fasih berbahasa Perancis dan menunjukkan bakatnya di bidang matematika. Kemudian, dia menempuh pendidikan di Universitas Gottingen, Jerman.

Pada 1861, Morgan menikah dengan Amelia Sturges, putri dari keluarga kaya di New York. Namun, dia meninggal dunia empat bulan setelah pernikahan mereka karena penyakit tuberculosis.

Empat tahun berselang, Morgan memilih Frances Louisa Tracy, putri seorang pengacara, untuk menjadi istrinya. Mereka dikaruniai empat orang anak.

Kapal Titanic

Kembali ke New York, pengusaha muda itu berusaha memulai bisnis baru. Atas desakan dari ayahnya, dia bermitra dengan Charles Dabney untuk membentuk Dabney, Morgan & Co.

Keluarga Morgan terus memperluas kekayaan dan pengaruh mereka dalam menyalurkan investasi.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Jackie Chan, Sukses Legenda Aktor Laga Hong Kong

Pada akhir abad ke-19, periode di mana industri kereta api AS mengalami ekspansi yang cepat dan persaingan yang panas, Morgan terlibat dalam mengorganisir dan mengonsolidasikan sejumlah perusahaan rel yang mengalami masalah finansial.

Dalam prosesnya, dia menguasai sebagian besar saham kereta api dan mengendalikan seperenam jalur rel kereta di AS.

Morgan menjadi sangat beruntung ketika dia batal menumpangi kapal Titanic pada April 1912. Sebelumnya, Morgan sempat hadir dalam peresmian kapal milik persuahaan IMM, White Star tersebut.

Setelah Dabney pensiun, Morgan bergabung dengan bankir Philadelphia Anthony Drexel dan mendirikan Drexel, Morgan & Co. Memasuki usia 30 tahun, Morgan berkembang menjadi sosok besar yang bakal mendominasi dunia keuangan.

JP Morgannews.com.au JP Morgan
Juru selamat pemerintah

Setelah kematian ayahnya pada 1890, dia merintis penggabungan perusahaan Edison General Electric dan Thomson-Houston Company untuk membentuk General Electric pada 1892.

Kepanikan 1893 menjadi momen gemilang Morgan. Ketika itu, cadangan emas AS berkurang drastis. Untuk mengatasinya, dia membentuk sindikasi investor intersional yang bersedia untuk memasok emas dengan imbalan yang menguntungkan melalui obligasi.

Dia meyakinkan Presiden AS Grover Cleveland agar menggunakan undang-undang 1862 yang memberikan wewenang menteri keuangan untuk melakukan transaksi tersebut tanpa persetujuan Kongres.

Sindikasi berhasil membeli dan dengan cepat menjual kembali obligasi pada 1895 sehingga ekonomi kembali stabil.

Pada tahun 1903, JP Morgan & Co. dipilih sebagai agen fiskal untuk Panama yang baru merdeka, dengan tanggung jawab penuh, termasuk mengawasi pengalihan dana 40 juta dollar AS ke Terusan Panama Baru.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Martin Luther King Jr, Tokoh Persamaan Hak Sipil

Pada 1907, Morgan kembali dipanggil untuk membantu pemerintah AS dalam mengatasi kepanikan ekonomi. Dia memanggil beberapa presiden bank ke perpustakaannya di Manhattan, dan mengunci pintu sampai solusi bisa dicapai.

Setelah semua negosiasi dalam waktu semalam, Morgan mengakhiri kebuntuan dengan menyusun kontrak bailout dan meminta presiden menandatanganinya.

Kematian

Kesehatannya yang terus menurun membuatnya meninggal pada 31 Maret 1913 di sebuah hotel di Roma, Italia. Untuk memperingati kematiannya, Bursa Saham New York tutup sampai tengah hari di hari pemakamannya.

Namanya tetap hidup melalui perusahaan perbankan internasional yang dia ciptakan. Memasuki abad ke-21, perusahaan itu berubah nama menjadi JP Morgan, Chase & Co.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.