Turki dan Iran Berjanji Mempertahankan Aliansi dengan Rusia

Kompas.com - 17/04/2018, 23:40 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan tingkat tinggi membahas krisis Suriah di Ankara, Rabu (4/4/2018). AFP/ADEM ALTANPresiden Iran Hassan Rouhani (kiri), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan tingkat tinggi membahas krisis Suriah di Ankara, Rabu (4/4/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki dan Iran kembali menegaskan akan tetap melanjutkan aliansi dengan Rusia atas Suriah. Penegasan itu menjawab pernyataan Perancis yang menyebut telah terjadi perpecahan dalam aliansi Rusia dan Turki.

Presiden Perancis Emmanuel Macron dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa serangan udara pada akhir pekan lalu terhadap target di Suriah telah berhasil dalam merekayasa perpecahan dalam aliansi Turki-Rusia.

Namun sumber kepresidenan Turki mengatakan, setelah komunikasi telepon antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, kedua pihak menegaskan tetap melanjutkan aliansi tiga negara bersama dengan Rusia.

"Kedua pemimpin negara menekankan pentingnya melanjutkan kerja sama antara Turki, Iran dan Rusia untuk melindungi integritas teritorial Suriah dan menemukan solusi damai yang akan bertahan lama terhadap krisis," kata sumber dilansir AFP.


Baca juga: Turki Tegaskan Tidak Memihak dalam Krisis di Suriah

Rusia dan Iran merupakan sekutu kuat Suriah yang mendukung Presiden Bashar al-Assad untuk tetap berkuasa. Sementara Turki selama tujuh tahun perang sipil Suriah terus menyerukan penggulingan rezim Assad.

Erdogan pada Sabtu (14/4/2018) menyatakan dukungannya terhadap serangan udara yang diluncurkan AS, Inggris dan Perancis.

Serangan tersebut sebagai balasan atas penggunaan senjata kimia di kota Douma yang dituduh dilakukan oleh rezim Suriah. Namun dibantah oleh Rusia.

Dalam pembicaraannya dengan Presiden Iran, Erdogan mengatakan dengan jelas menentang penggunaan senjata kimia dan memperingatkan agar tidak membuka jalan menuju peningkatan ketegangan di Suriah.

Aliansi trilateral antara Turki, Iran dan Rusia telah dua kali mengadakan pertemuan tingkat tinggi guna membahas krisis Suriah.

Pertemuan pertama yang digelar di resor Laut Hitam di Sochi, Rusia pada November 2017 dan kedua saat Erdogan menjadi tuan rumah di Ankara pada awal April.

Pertemuan selanjutnya akan menjadi giliran Iran sebagai tuan rumah, namun belum menetapkan tanggal pelaksanaan.

Baca juga: Turki, Rusia dan Iran Berkomitmen Capai Gencatan Senjata Abadi di Suriah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X