Ingin Bangun Koalisi, AS Dekati Negara Arab - Kompas.com

Ingin Bangun Koalisi, AS Dekati Negara Arab

Kompas.com - 17/04/2018, 22:50 WIB
Kendaraan pasukan koalisi yang didukung AS melintas di jalanan di kota Manbij, selatan Suriah.AFP/DELIL SOULEIMAN Kendaraan pasukan koalisi yang didukung AS melintas di jalanan di kota Manbij, selatan Suriah.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump diduga tengah berupaya membangun koalisi dengan negara- negara Arab untuk membantu menstabilkan kawasan Suriah pasca-penarikan pasukan militernya.

Dilaporkan Wall Street Journal, yang dikutip New York Post, Selasa (17/4/2018), penasihat keamanan nasional AS, John Bolton telah mengontak wakil kepala intelijen Mesir, Abbas Kammel, dan membahas seputar koalisi.

Pemerintah AS belum lama ini menyatakan keinginannya menyumbangkan dana hingga miliaran dollar kepada Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab.

Baca juga: Gedung Putih: Trump Tetap Ingin Tarik Pasukan dari Suriah Secepatnya

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS menolak berkomentar terkait komunikasi yang dilakukan penasihat keamanan nasional dengan Mesir.

Namun sumber dari pejabat administrasi dewan keamanan mengkonfirmasi bahkan menyebut negara-negara Teluk lain juga telah dihubungi.

"Arab Saudi, Qatar dan UEA telah didekati sehubungan dengan dukungan finansial dan kontribusi yang lebih luas," kata sumber.

Presiden Trump pertama mengumumkan rencana penarikan pasukannya dari Suriah dalam pidato di Ohio, bulan lalu. Rencana tersebut kembali ditegaskan pada Jumat (13/4/2018) lalu saat Trump mengumumkan serangan udara ke Suriah.

AS saat ini menempatkan sekitar 2.000 pasukannya di Suriah yang bekerja dengan sekutu di kawasan tersebut untuk menghancurkan sisa-sisa kelompok teroris ISIS.

Pasukan tersebut akan ditarik kembali secepatnya setelah mengumumkan kekalahan ISIS di Suriah.

"Kami telah meminta kepada mitra kami untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamankan wilayah mereka, termasuk menyumbang lebih banyak dana," ujar Trump.

Baca juga: Macron Bujuk Trump untuk Tidak Tarik Pasukan dari Suriah

Kendati demikian, rencana membangun koalisi dengan Timur Tengah dapat terganggu oleh kepentingan yang saling bertentangan di antara negara-negara Arab.

Terlebih jika AS tidak lagi memiliki pasukan yang memberi dukungan militer di kawasan terebut.

"Tidak ada dasar yang bisa menjamin strategi ini akan berjalan dengan sukses," kata pengamat senior di Institut Timur Tengah, Charles Lister kepada Wall Street Journal.


Komentar

Terkini Lainnya

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional
Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Regional
Obat Kanker Tak Lagi Dijamin, Keluarga Pasien Somasi Jokowi dan Dirut BPJS

Obat Kanker Tak Lagi Dijamin, Keluarga Pasien Somasi Jokowi dan Dirut BPJS

Megapolitan

Close Ads X