Bawa Pisau Dapur ke Sekolah, Anak 8 Tahun Lukai Tiga Temannya - Kompas.com

Bawa Pisau Dapur ke Sekolah, Anak 8 Tahun Lukai Tiga Temannya

Kompas.com - 17/04/2018, 20:01 WIB
Seorang siswa sekolah dasar di sekolah Minnesota, AS melukai tiga siswa lainnya menggunakan pisau dapur, Senin (16/4/2018).NEW YORK POST/AP Seorang siswa sekolah dasar di sekolah Minnesota, AS melukai tiga siswa lainnya menggunakan pisau dapur, Senin (16/4/2018).

MINNESOTA, KOMPAS.com - Seorang siswa berusia delapan tahun di AS melukai tiga teman sekolahnya menggunakan sebuah pisau dapur.

Insiden tersebut terjadi di Sekolah Dasar Pleasantview di Sauk Rapids, Minnesota pada Senin (16/4/2018).

Menurut laporan kepolisian dilansir New York Post, salah seorang siswa berusia 8 tahun itu melukai tiga siswa lainnya, masing-masing berusia 8, 9 dan 13 tahun.

Siswa pelaku disebut melakukan serangan acak dan ketiga korban mengalami luka sayatan ringan namun tetap membutuhkan jahitan.

Baca juga: Diduga Gangguan Jiwa, Seorang Pria Bersenjata Tajam Lakukan Penyerangan di Sekolah

Disampaikan Pengawas Sekolah, Bruce Watkins, insiden penyerangan terjadi sekitar pukul 07.15 pagi, saat para murid bersiap untuk masuk ke kelas.

Mendadak salah satu siswa yang masih duduk di bangku kelas dua sekolah dasar meletakkan tas punggungnya dan mengeluarkan sebilah pisau, kemudian menggunakannya untuk mengancam siswa lainnya.

Insiden yang terjadi lorong sekolah itu tidak lebih dari lima menit sebelum aksi siswa itu dapat dihentikan staf sekolah.

Pihak sekolah langsung menelepon polisi, namun tiga siswa sudah terlanjur mengalami luka.

Kepala Polisi Sauk Rapids, Perry Beise mengatakan, pihaknya sempat menahan siswa yang menjadi pelaku penyerangan dan menginterogasinya, tetapi langsung dilepas dan dikembalikan kepada orangtuanya.

Belum diketahui motif siswa tersebut melakukan penyerangan. Sementara kasus tersebut telah diteruskan ke kantor kejaksaan daerah.

Baca juga: Bawa Pisau dan Granat, Tiga Warga Palestina Ditahan Tentara Israel

Salah seorang korban luka adalah siswa kelas tujuh yang tengah menunggu bus, sedangkan dua korban lainnya diketahui adalah siswa sekolah dasar di sekolah tersebut.

Setelah kejadian, pihak sekolah akan memberikan konsultasi kesehatan mental kepada siswa dan karyawan sekolah. Pelajaran pada hari itu berjalan seperti biasa.

Pihak sekolah juga memutuskan tidak akan mengizinkan siswa pelaku penyerangan untuk kembali ke sekolah itu.


Komentar
Close Ads X