Duterte Kirim Polisi Antihuru-hara ke Pulau Wisata yang Akan Ditutup - Kompas.com

Duterte Kirim Polisi Antihuru-hara ke Pulau Wisata yang Akan Ditutup

Kompas.com - 17/04/2018, 18:55 WIB
Turis akan dilarang ke pulau wisata Bocaray di Filipina selama enam bulan mulai 26 April 2018.AFP/ERNESTO CRUZ Turis akan dilarang ke pulau wisata Bocaray di Filipina selama enam bulan mulai 26 April 2018.

MANILA, KOMPAS.com - Pemerintah Filipina bersiap memberangkatkan ratusan polisi antihuru-hara ke pulau wisata yang akan ditutup, Bocaray.

Polisi tersebut bertugas menjauhkan para wisatawan dan menghindari potensi aksi protes selama penutupan pulau yang akan berlangsung selama enam bulan.

Presiden Rodrigo Duterte menyebut pulau kecil yang terkenal dengan pasir putihnya itu sebagai "kolam limbah" dan akan melarang wisatawan untuk mendekatinya mulai 26 April hingga enam bulan mendatang.

Penutup pulau dilakukan untuk mulai memasang fasilitas pengolahan limbah mentah dan meruntuhkan bangunan-bangunan ilegal.

Baca juga: Sudah Terlalu Tercemar, Filipina Tutup Sementara Sebuah Pulau Wisata

Pada Selasa (17/4/2018), otoritas Filipina mengatakan telah membuat rencana penutupan pulau dari wisatawan dengan mengerahkan 600 petugas polisi, termasuk 138 anggota unit pembubar massa.

"Dalam setiap transisi, terlebih dalam tindakan drastis seperti ini, akan selalu terjadi kebingungan, ketidakpastian, dan penurunan moral," kata direktur polisi wilayah, Kepala Inspektur Cesar Binag dalam forum publik di Pulau Bocaray.

"Tugas kami adalah mengidentifikasi sumber kebingungan, keraguan dan penurunan moral itu sebelum menjadi masalah keamanan yang serius," tambahnya.

Mengutip dari AFP, selama masa penutupan Pulau Bocaray para penduduk setempat akan diwajibkan selalu membawa kartu identitas baru dan dilarang berlayar atau berenang di malam hari.

Sementara pintu masuk ke pulau seluas 1.000 hektare di selatan Manila itu akan dibatasi hanya dari satu pelabuhan laut kecil.

Kartu identitas baru diharapkan sudah didistribusikan paling lambat tiga hari sebelum penutupan pulau dan pasukan keamanan akan melakukan unjuk kemampuan pada pekan depan.

Langkah penutupan pulau secara keseluruhan sempat mendapat penolakan dari para pelaku bisnis di pulau karena dapat mengancam lebih dari 28.000 tenaga kerja di sektor wisata dan konstruksi.

Baca juga: Jaga Pulau-pulau Terpencil, Jepang Resmikan Unit Amfibi Pertamanya

Ancaman penutupan pulau telah disampaikan Presiden Duterte sejak Februari lalu dan menuduh para pelaku bisnis yang selalu membuang limbah langsung ke laut hingga mencemarinya.

"Saya akan menutup Bocaray yang telah menjadi kolam limbah," kata Duterte kala itu.


Komentar
Close Ads X