Bantu Siswanya Mencontek dalam Ujian, Guru Bimbel Diadili - Kompas.com

Bantu Siswanya Mencontek dalam Ujian, Guru Bimbel Diadili

Kompas.com - 17/04/2018, 17:09 WIB
Ujian sekolah.Thinkstock Ujian sekolah.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Seorang guru di Singapura dijerat dakwaan membantu para siswa sebuah sekolah menengah mencontek dalam ujian dengan menggunakan ponsel dan peralatan nirkabel.

Pada Senin (16/4/2018), Tan Jia Yan (32) mengaku bersalah membantu setidaknya enam siswa dalam mengerjakan ujian mereka.

Para siswa ini menyembunyikan ponsel mereka di balik pakaian yang tersambung dengan "earphone" nirkabel yang warnanya serupa warna kulit.

Tan, yang akan menjalani sidang pembacaan vonis bulan depan, terancam hukuman penjara maksimal tiga tahun dan sejumlah denda.

Baca juga : Ketahuan Mencontek, Siswa di India Bunuh Diri

Para warga negara China yang menjalani ujian pada Oktober 2016 ini adalah para siswa di  bimbingan belajar tempat Tan bekerja.

Para pelajar di Singapura kerap menggunakan bimbingan belajar untuk mempersiapkan diri saat menjalani ujian penting semacam ujian O-Levels.

Ujian ini amat menentukan apakah seseorang memenuhi kualifikasi untuk menuju pendidikan yang lebih tinggi.

Kantor jaksa agung Singapura membeberkan, Tan bekerja sama dengan tiga rekannya untuk "menipu" lembaga penyelenggara ujian di Singapura.

Di hari ujian digelar, para siswa diminta menyembunyikan ponsel mereka di balik pakaian dan mengenakan "earphone" nirkabel yang terhubung dengan menggunakan sarana Bluetooth.

Untuk melancarkan misinya, Tan juga berada di dalam ruang ujian, berpura-pura sebagai salah satu peserta. Di dadanya sudah ditempelkan sebuah iPhone dan dia kemudian mengenakan jaket untuk menutupi benda itu.

Saat tes dimulai, Tan menggunakan aplikasi FaceTime untuk terhubung dengan tiga rekannya dan mengirimkan "secara langsung" lembar-lembar ujian yang ada di depannya.

Lalu ketiga rekannya itu, yang mengaku tak bersalah di hadapan sidang, mencari jawaban setiap pertanyaan ujian dan menelepon para siswa untuk memberikan jawaban.

"Proses investigasi mengungkapkan operasi mencontek yang canggih ini berlangsung antara 19-24 Oktober 2016," demikian paparan jaksa penuntut.

Namun, aksi tersebut terungkap di hari terakhir ujian saat salah seorang pengawas mendengar suara transmisi elektronik aneh dari salah satu siswa.

Baca juga : Dikhawatirkan Mencontek, Seorang Siswi Diminta Lepas Bra Jelang Ujian

Pencapaian akademis yang sempurna amat dihargai di Singapura yang kerap menduduki peringkat atas internasional dalam hal pendidikan.

Namun, sistem pendidikan Singapura juga dikritik karena membuat anak-anak negeri itu menanggung beban terlalu berat di usia yang amat muda.  


Komentar
Close Ads X