Oposisi Tuduh PM Inggris Serang Suriah karena Diperintahkan Trump

Kompas.com - 17/04/2018, 12:01 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara dalam rapat dengar pendapat Parlemen Inggris Senin (16/4/2018). Rapat tersebut digelar untuk membahas kebijakan May yang memerintahkan serangan ke Suriah. AFP/PRUPerdana Menteri Inggris Theresa May ketika berbicara dalam rapat dengar pendapat Parlemen Inggris Senin (16/4/2018). Rapat tersebut digelar untuk membahas kebijakan May yang memerintahkan serangan ke Suriah.

LONDON, KOMPAS.com - Rapat dengar pendapat yang berlangsung di Parlemen Inggris selama kurang lebih tiga jam berlangsung dalam suasana panas.

Penyebabnya adalah pernyataan Ketua Partai Buruh sekaligus Pemimpin Oposisi Jeremy Corbyn terhadap Perdana Menteri Theresa May.

Seperti diberitakan Sky News Selasa (17/4/2018), Corbyn menuduh May menyerang Suriah karena diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump.

"Harus saya ingatkan bahwa Perdana Menteri bertanggung jawab terhadap Parlemen, bukan atas keinginan Presiden AS," kata Corbyn.

Sontak, pernyataan politisi 68 tahun tersebut langsung membuat May menggeleng seraya memutar bola matanya tanda tak percaya.

Baca juga : Bahas Serangan Suriah, PM Inggris Gelar Pertemuan Parlemen

Corbyn mengkritisi langkah May yang tidak berkonsultasi dahulu dengan Parlemen sebelum memutuskan menggelar operasi militer ke Suriah.

Meski perdana menteri tidak mempunyai kewajiban hukum untuk meminta pendapat parlemen, para pendahulu May tercatat pernah berkonsultasi sebelum memerintahkan serangan.

Di 2003, Perdana Menteri Tony Blair pernah meminta pendapat Parlemen sebelum memutuskan melakukan invasi ke Irak.

Atau 10 tahun berselang, ketika Perdana Menteri David Cameron meminta izin Parlemen guna bergabung dengan AS untuk membombardir Suriah.

Usul tersebut ditolak, dan berdampak kepada keputusan mantan Presiden AS Barack Obama untuk membatalkan serangan.

Selain itu, Corbyn juga menyoroti serangan Inggris dilakukan tanpa terlebih dahulu meminta resolusi dari Dewan Keamanan PBB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X