Inginkan "Citra Sempurna", Tentara China Harus Bertubuh Ramping - Kompas.com

Inginkan "Citra Sempurna", Tentara China Harus Bertubuh Ramping

Kompas.com - 16/04/2018, 21:49 WIB
Barisan tentara China saat parade militer di Zhurihe di China utara, Juli 2017 lalu. Presiden Xi yang kembali mengumpulkan tentaranya, Rabu (3/1/2018) mengingatkan pasukannya untuk selalu siap tempur.AFP Barisan tentara China saat parade militer di Zhurihe di China utara, Juli 2017 lalu. Presiden Xi yang kembali mengumpulkan tentaranya, Rabu (3/1/2018) mengingatkan pasukannya untuk selalu siap tempur.

BEIJING, KOMPAS.com - China dilaporkan bakal menerbitkan peraturan baru mengenai standar yang harus diikuti oleh pasukannya.

Dilaporkan South China Morning Post Senin (16/4/2018), peraturan itu telah ditandatangani Presiden Xi Jinping Minggu (15/4/2018), dan rencananya diterapkan 1 Mei nanti.

Media militer PLA Daily, mengutip pejabat Komite Militer Pusat melaporkan, medan perang yang semakin berkembang menjadi alasan munculnya aturan tersebut.

Aturan itu bakal meningkatkan kesiapan Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLA), baik secara moral, teknik bertempur, hingga citra diri.

"Militer kelas satu tentu membutuhkan citra yang sempurna juga," ujar pejabat komite tersebut dalam laporan PLA Daily.

Baca juga : Militer China Gelar Uji Coba Tank Tanpa Awak

Terkait citra, cara paling cepat militer China meraihnya adalah dengan memastikan setiap anggotanya tidak kegemukan.

Ni Lexiong, pengamat militer yang berbasis di Shanghai berujar, dia jarang melihat serdadu Amerika Serikat ( AS) terlihat bertubuh tambun, atau berperut buncit.

"Tubuh yang ramping dan terbentuk merupakan perwujudan seberapa disiplin militer negara tersebut," papar Ni mengomentari aturan yang dikenal sebagai Regulasi Umum itu.

Angkatan bersenjata China sejak lama sudah memperhatikan dengan serius fakta banyak calon anggota baru gagal dalam tes fisik.

Tahun lalu, diwartakan SCMP, 55 persen dari 1.233 pemuda yang mendaftar di sebuah kota di Provinsi Hubei gagal diterima karena masalah berat badan serta penglihatan.

Selain itu, regulasi baru tersebut juga mengatur tentang larangan tentara mengenakan gelang, atau atribut yang tidak ada hubungannya dengan seragam dinas.

Mereka juga dilarang untuk membawa payung kecuali dalam cuaca bersalju atau hujan. "Payung diharuskan berwarna hitam, dan dipegang di tangan kiri," bunyi aturan itu.

Setiap tentara harus mengenakan seragam ketika menghadiri pesta pernikahan, acara penghargaan, atau reuni sekolah untuk memastikan militer tetap dihormati.

Penggunaan media sosial maupun akun di toko daring diperbolehkan selama anggota tidak menyebarkan informasi yang dianggap sensitif, atau merusak reputasi militer.

Selain itu, China bakal memberikan penghargaan kepada setiap prajuritnya yang berpartisipasi dalam misi luar negeri.

"Misi itu meliputi pemeliharaan perdamaian, kontra-terorisme, latihan gabungan, hingga patroli pengawalan," demikian bunyi artikel tersebut.

Baca juga : Militer China dan Kamboja Gelar Latihan Bersama


Komentar

Terkini Lainnya

Ini Hasil Proses Verifikasi Kelengkapan Berkas Bacaleg DPR oleh KPU

Ini Hasil Proses Verifikasi Kelengkapan Berkas Bacaleg DPR oleh KPU

Nasional
KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi 'Presidential Threshold'

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi "Presidential Threshold"

Nasional
Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional

Close Ads X