Rusia dan Suriah Dituduh Halangi Tim Pencari Fakta Masuki Douma

Kompas.com - 16/04/2018, 21:13 WIB
Warga Suriah mengendari sepeda motor melintasi kawasan yang rusak di kota Douma, Senin (16/4/2018). AFP/LOUAI BESHARAWarga Suriah mengendari sepeda motor melintasi kawasan yang rusak di kota Douma, Senin (16/4/2018).

DAMASKUS, KOMPAS.com - Tim pencari fakta di bawah Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) telah tiba di Suriah sejak Sabtu (14/4/2018), namun mereka belum dapat memulai penyelidikan di kota Douma.

Tim pencari fakta berada di Suriah dengan misi menyelidiki bukti akan dugaan penggunaan senjata kimia berbahaya dan terlarang di kota Douma pada 7 April lalu.

Namun saat tim hendak memasuki kota Douma, mereka dilaporkan mendapat penolakan dari Suriah dan juga Rusia.

Baca juga: Tim Pencari Fakta Tetap Selidiki Bukti Senjata Kimia di Douma

Direktur Jenderal OPCW, Ahmet Uzumcu menyampaikan kekhawatiran akan Rusia dan Suriah yang kemungkinan telah merusak situs serangan senjata kimia.

"Yang kami khawatirkan mereka mungkin akan merusaknya (lokasi serangan) untuk menggagal penyelidikan tim pencari fakta," kata Uzumcu dikutip NBC.

Tuduhan pada Rusia dan Suriah yang telah menghalangi akses tim pencari fakta ke Douma juga disampaikan delegasi Inggris untuk OPCW melalui akun media sosial twitter mereka.

"Rusia dan Suriah belum mengizinkan akses ke Douma. Akses yang bebas dan tak mengikat sangat diperlukan," tulis pernyataan delegasi tersebut.

Belum Kantongi Izin

Menanggapi tuduhan itu, Rusia membantah tegas dugaan telah mengintervensi barang bukti di lokasi yang diduga terjadi serangan senjata kimia yang dilancarkan pemerintah Suriah.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menjamin tidak ada tindakan perusakan terhadap barang bukti di lokasi serangan.

"Saya berani menjamin Rusia tidak merusak apa yang ada di lokasi," ujarnya menanggapi pertemuan darurat yang dilakukan OPCW.

Melansir CBS News, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov menambahkan, pihaknya belum mengizinkan tim pencari fakta untuk masuk ke kota Douma karena belum mendapat persetujuan dari Departemen Keamanan dan Keselamatan PBB.

Baca juga: Serangan Gas Beracun Paksa Pemberontak Suriah Tinggalkan Douma

Serangan yang diyakini melibatkan senjata kimia berbahaya diduga terjadi di kota Douma pada 7 April lalu dan menimbulkan lebih dari 40 korban tewas.

AS bersama Perancis dan Inggris melancarkan serangan balasan dengan menargetkan fasilitas yang diyakini terkait senjata kimia Suriah, Jumat (13/4/2018) malam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X