Empat Bank di Jordania Dirampok, Aktivis Salahkan Pemerintah - Kompas.com

Empat Bank di Jordania Dirampok, Aktivis Salahkan Pemerintah

Kompas.com - 16/04/2018, 19:34 WIB
Bank Societe Generale dirampok di Amman pada awal Januari laluIan Langsdon Bank Societe Generale dirampok di Amman pada awal Januari lalu

AMMAN, KOMPAS.com - Sejak awal tahun ini sebanyak empat bank di ibu kota Jordania, Amman menjadi korban perampokan bersenjata.

Para aktivis dan masyarakat Jordania menilai perampokan sejumlah bank ini tak lepas dari kesalahan pemerintah.

Sebelumnya, perampokan bersenjata bank tak pernah terjadi di Jordania. Namun akhir-akhir ini, insiden tersebut kerap terjadi.

Menurut para aktivis, perampokan bersenjata merupakan dampak dari korupsi dan kegagalan kebijakan ekonomi pemerintah.


Baca juga : 20 Tahun Usai Menang Lotre Rp 260 Miliar, Pria Ini Jadi Perampok Bank

Pada awal tahun lalu, pemerintah Jordania menerapkan sejumlah kebijakan baru seperti menaikkan pajak, harga bahan pangan, dan BBM.

Bahkan pada Februari lalu, pemerintah Jordania mencabut subsidi roti yang merupakan makanan pokok masyarakat Jordania. Alhasil, harga roti dan bahan-bahannya pun meningkat berkali-kali lipat.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan sejumlah tindak kriminal yang sebelumnya tak pernah terjadi di negeri itu.

Mantan Kepala Divisi Investigasi Kriminal Kepolisian Jordania, Brigjen Fayes Qablan menyebut perampokan bersenjata di Amman baru-baru ini sebagai kejadian tak lazim.
 
Ia menambahkan, insiden tersebut merupakan hal serius yang harus diselesaikan secara sosial maupun hukum.

"Sepanjang karier saya di kepolisian, saya tidak pernah berurusan dengan perampokan bank bersenjata seperti terjadi dalam beberapa bulan terakhir," kata Qablan seperti dikutip Al-Jazeera Senin (16/4/2018).

Sama seperti masyarakat Jordania lainnya, Qablan juga menyebut insiden ini sebagai dampak dari kelemahan pemerintah.

"Kelemahan pemerintah, kurangnya transparansi, dan aturan hukum memiliki hubungan langsung dengan peningkatan tajam kegiatan kriminal seperti pembunuhan, perampokan bank dan perdagangan narkoba," imbuhnya.

Baca juga : Coba Gagalkan Perampokan Bank, 7 Polisi Pakistan Tewas

Hal serupa disampaikan seorang aktivis anti-korupsi, Hussam Abdallat. Ia menuturkan, angka kejahatan mulai meningkat setelah pemerintah Jordania mencabut subsidi roti.

Abdalat bahkan menyebut sejumlah kejahatan yang sebelumnya tidak pernah terjadi sebagai wujud dari keputusasaan. Karenanya, banyak yang bersimpati pada pelaku kejahatan

"Orang bersimpati dengan perampok bank sebagai bentuk sentimen anti-pemerintah. Banyak dari mereka menyalahkan pemerintah karena memaksa orang-orang melakukan kejahatan untuk mengatasi kemiskinan yang meningkat," ujarnya.

Menanggapi insiden perampokan bersenjata yang selama ini terjadi di Jordania, pemerintah bersangkutan hingga kini belum memberi tanggapan.

Sementara itu, bank yang menjadi sasaran perampokan adalah Societe Generale dan Bank Arab.

Bank Societe Generale dirampok pada Januari lalu. Dalam sebuah rekaman video, tampak seseorang menodongkan senjata ke kasir dan memintanya memasukkan uang ke tas yang disediakan.

Kejadian serupa terjadi 48 jam kemudian di cabang lainnya. Saat itu, seorang pria bertopeng menodongkan pistolnya ke arah kasir dan meminta uang.

Perampokan bank terjadi lagi pada April. Kali ini, sasarannya adalah dua cabang Bank Arab di kota Amman.

Baca juga : Perampok Bank BRI Kediri Bawa Kabur CCTV

Para perampok mengambil setidaknya puluhan ribu dinar atau sekitar ratusan juta rupiah dari bank tersebut.

Namun setelah merampok, pelaku yang berusia 59 tahun menyerah pada polisi di hari yang sama. Ia mengakui perbuatannya setelah melunasi hutang pribadi dengan uang curiannya.

Seorang pria lain yang juga diduga sebagai pelaku perampokan ditangkap di bandara. Saat itu, ia hendak terbang ke Turki dan uang curiannya dimasukkan ke dalam koper.  


Terkini Lainnya


Close Ads X