Kompas.com - 16/04/2018, 18:14 WIB
Aksi yang memprotes pengusutankasus terhadap pemerkosaan dan pembunuhan anak 8 tahun di India Gate, New Delhi. via Times of IndiaAksi yang memprotes pengusutankasus terhadap pemerkosaan dan pembunuhan anak 8 tahun di India Gate, New Delhi.

SURAT, KOMPAS.com - Kemarahan akibat pembunuhan seorang bocah delapan tahun di Jammu dan Kashmir, India, belum usai, publik kembali dikejutkan dengan kasus serupa di Surat, Provinsi Gujarat.

Diberitakan Times of India Minggu (15/4/2018), korban yang berusia 11 tahun tersebut telah diperkosa, dan dicekik hingga tewas.

Mayat gadis itu ditemukan pada 6 April pagi waktu setempat. Polisi menduga pelaku memerkosa dan membunuhnya sebelum dibuang ke Surat.

Komisaris Polisi Surat Satish Sharma mengatakan, identitas bocah perempuan itu masih belum diketahui karena menderita luka yang parah. Namun, dari pemeriksaan awal, setidaknya terdapat 86 luka di tubuhnya.

Baca juga : Gadis 8 Tahun di India Diperkosa dan Dibunuh, Picu Perdebatan Nasional

Terdapat luka parah di bagian kemaluan korban yang disebabkan oleh benda tumpul. "Nampaknya, korban dikurung, dan diperkosa sebelum dibunuh," kata Sharma.

Sharma melanjutkan, dia memutuskan untuk membentuk tim khusus untuk melacak para pelaku dengan memperluas daerah penyelidikan.

"Semua permukiman dan masyarakat kami periksa untuk mendapatkan petunjuk. Selain itu, kami juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar area kejadian," ujar Sharma.

Sebelumnya, seorang bocah delapan tahun yang bernama Asifa Bano ditemukan tewas di tengah hutan pada 17 Januari lalu.

Kepolisian mengumumkan telah menahan delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kepolisian pun telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun kasus yang awalnya sebatas kriminal, kini telah memicu perdebatan nasional dengan sebagian masyarakat menuntut keadilan bagi korban. Sementara lainnya menyebut para tersangka yang telah ditahan telah diperlakukan tidak adil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gadis 8 Tahun di India Diperkosa dan Dibunuh, Picu Perdebatan Nasional", https://internasional.kompas.com/read/2018/04/13/19042981/gadis-8-tahun-di-india-diperkosa-dan-dibunuh-picu-perdebatan-nasional.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Editor : Agni Vidya Perdana

Kepolisian pun telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun kasus yang awalnya sebatas kriminal, kini telah memicu perdebatan nasional dengan sebagian masyarakat menuntut keadilan bagi korban. Sementara lainnya menyebut para tersangka yang telah ditahan telah diperlakukan tidak adil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gadis 8 Tahun di India Diperkosa dan Dibunuh, Picu Perdebatan Nasional", https://internasional.kompas.com/read/2018/04/13/19042981/gadis-8-tahun-di-india-diperkosa-dan-dibunuh-picu-perdebatan-nasional.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Editor : Agni Vidya Perdana

Kepolisian pun telah menahan setidaknya delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Namun kasus yang awalnya sebatas kriminal, kini telah memicu perdebatan nasional dengan sebagian masyarakat menuntut keadilan bagi korban. Sementara lainnya menyebut para tersangka yang telah ditahan telah diperlakukan tidak adil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gadis 8 Tahun di India Diperkosa dan Dibunuh, Picu Perdebatan Nasional", https://internasional.kompas.com/read/2018/04/13/19042981/gadis-8-tahun-di-india-diperkosa-dan-dibunuh-picu-perdebatan-nasional.
Penulis : Agni Vidya Perdana
Editor : Agni Vidya Perdana

Kasus yang awalnya merupakan tindak kriminal kemudian berubah menjadi perselisihan agama. Sebab, korban berasal dari komunitas muslim, dan tersangka beragama Hindu.

Asifa merupakan anak dari keluarga komunitas muslim nomaden yang hidup berpindah bersama dengan hewan ternak mereka.

Di musim dingin, tak jarang mereka berpindah ke hutan di Jammu untuk berlindung. Hal itu beberapa kali menyulut perselisihan dengan komunitas Hindu yang ada di wilayah tersebut.

Times of India membeberkan, baik Surat maupun Kathua, tempat Bano dibunuh, berada di kawasan India Utara, di mana daerah tersebut menjadi kantong insiden pemerkosaan.

Berdasarkan data Biro Catatan Kriminal India, provinsi yang sering dilaporkan terjadi kasus pemerkosaan adalah Madhya Pradesh, kemudian diikuti Rahasthan, maupun Uttar Pradesh.

Baca juga : Mengeluh soal Nyamuk, Dokter Ini Diusir dari Kabin Maskapai India

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.