Putin: Serangan Lanjutan ke Suriah Picu Kekacauan Internasional - Kompas.com

Putin: Serangan Lanjutan ke Suriah Picu Kekacauan Internasional

Kompas.com - 16/04/2018, 17:43 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menelpon saat berada di kediamannya di Novo-Ogarevo, Moskwa.Alexey Druzhinin / AFP Presiden Rusia Vladimir Putin tengah menelpon saat berada di kediamannya di Novo-Ogarevo, Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan jika Barat kembali menyerang Suriah maka akan memicu kekacauan dalam hubungan internasional.

Hal itu disampaikan Putin dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Minggu (15/4/2018), seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

"Dalam pembicaraan telepon itu, kedua pemimpin sepakat bahwa serangan ilegal itu merusak prospek penyelesaian politik di Suriah," demikian RIA Novosti mengutip Kremlin.

Putin dan Rouhani mendiskusikan situasi di Suriah setelah AS, Perancis, dan Inggris menggelar serangan terhadap sejumlah fasilitas penting Suriah pada Sabtu (14/6/2018).

Baca juga : Putin: Tanpa Mandat DK PBB, Serangan AS ke Suriah Ilegal

"Putin menegaskan aksi yang melanggar Piagam PBB itu jika dilanjutkan bakal memicu kekacauan dalam hubungan internasional," tambah RIA Novosti.

Serangan Sekutu itu menyerang tiga lokasi di Suriah yang menurut Presiden AS Donald Trump merupakan tempat rezim Presiden Bashar al-Assad mengembangkan persenjataan kimia negeri itu.

Serangan AS dan sekutunya itu merupakan respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan pemerintah Suriah di kota Douma pada Sabtu (7/4/2018).

 


Komentar

Terkini Lainnya

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi 'Presidential Threshold'

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi "Presidential Threshold"

Nasional
Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional
Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Regional

Close Ads X