China Rilis "Website" untuk Laporkan Mata-mata dan Pejabat Korup - Kompas.com

China Rilis "Website" untuk Laporkan Mata-mata dan Pejabat Korup

Kompas.com - 16/04/2018, 16:41 WIB
Ilustrasi Mata-mata.Thinkstock Ilustrasi Mata-mata.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China, Senin (16/4/2018), membuat terobosan baru dalam upayanya memerangi spionase asing dan korupsi pejabat negara.

Pemerintah China meluncurkan situs dalam bahasa Inggris dan Mandarin untuk mendorong warga melaporkan ancaman yang diduga akan "menggulingkan sistem sosialis".

Situs dengan nama 12339.gov.cn yang diluncurkan Kementerian Keamanan Nasional itu juga meminta warga untuk melaporkan warga setempat atau asing yang mencoba menyuap pejabat negara atau militer, memicu kerusuhan atau separatisme etnis.

Tak hanya mendorong warga melaporkan hal-hal mencurigakan, pemerintah juga menjanjikan imbalan bagi setiap informasi yang bisa mengungkap berbagai pelanggaran tersebut.

Baca juga : Terpidana Mati Kasus Spionase asal India Diizinkan Bertemu Keluarga

Namun, situs tersebut tidak merinci jenis hadiah yang akan diterima para pelapor.

Namun, seperti dilaporkan harian Beijing Daily, Biro Keamanan Nasional Kota Beijing menawarkan 100.000-500.000 yuan untuk informasi soal terduga mata-mata.

Selain meluncurkan sebuah situs internet, pemerintah juga merilis sebuah kartun yang berjudul "teman bertopeng".

Kartun ini menggambarkan ciri-ciri perilaku seseorang yang patut dilaporkan kepada pemerintah.

Salah satu yang dicontohkan kartun ini adalah kisah seorang warga asing anggota sebuah LSM yang mempromosikan hak-hak pekerja ala Barat kepada warga China.

Baca juga : Jerman Tuduh Aksi Spionase China Gunakan Akun Palsu LinkedIn


Komentar

Terkini Lainnya

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi 'Presidential Threshold'

KPU Antisipasi jika MK Kabulkan Uji Materi "Presidential Threshold"

Nasional
Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Rekam Video saat Mengebut hingga 304 Km/Jam, Pria Inggris Dipenjara

Internasional
'Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan'

"Jika Pemkabnya Lemot Ngikutin Kebijakan Uji Kir, Ya Saya Tinggalkan"

Regional
Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Buat Game Anti Korupsi, SMK Telkom Juara 2 Lomba Game Edukasi Amerika

Edukasi
CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

CCTV di Sekitar Rumah Mardani Ali Sera Tak Merekam Pelemparan Bom Molotov

Megapolitan
Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Demokrat Pastikan Tak Usung Caleg Mantan Napi Kasus Korupsi

Nasional
Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Beredar Video Turis China Punguti Kerikil Berkilau di Pantai Rusia

Internasional
Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Pemerintah Siap Terbitkan Enam PP sebagai Amanat UU Antiterorisme

Nasional
Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Polisi: Korban Keracunan di Kelapa Gading karena Gas CO, Bukan CO2

Megapolitan
Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Menristekdikti: Tingkatkan Daya Saing dengan Basis Riset dan Teknologi

Edukasi
Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Kasus Keracunan Gas di Kelapa Gading

Megapolitan
Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Korban Keracunan Gas di Kelapa Gading Ada 17 Orang, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Pria Berpisau Serang Penumpang Bus di Jerman, Delapan Orang Luka

Internasional
Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Ketum Golkar Hormati Kalla Terkait Uji Materi Masa Jabatan Cawapres

Nasional
Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Salam Satu Jiwa Iringi Kedatangan Obor Asian Games 2018 di Malang

Regional

Close Ads X