Biografi Tokoh Dunia: Charlie Chaplin, Pelawak Legendaris Era Film Bisu

Kompas.com - 16/04/2018, 16:13 WIB
Charlie Chaplin. (charliechaplin.com) Charlie Chaplin. (charliechaplin.com)

KOMPAS.com - "Semua yang saya butuhkan untuk membuat komedi adalah sebuah taman, polisi pria, dan perempuan cantik."

Begitulah kira-kira ucapan dari komedian besar, Charlie Chaplin. Jenakanya bukan dengan susunan kata humor, melainkan gerak gerik yang menjadi andalan dalam mengundang tawa penonton.

Di abad 20, ketika karya film hanya dirangkai dalam susunan gambar tanpa audio, seorang bintang besar muncul untuk menghibur.

Lahir pada 16 April 1889, dengan kumis kotak yang ditiru Adolf Hitler, aktor dan komedian asal Inggris ini menjelma menjadi figur yang terus dikenang dunia.

Kelahiran

Dilansir dari situs charliechaplin.com, pria kelahiran London ini memiliki nama lengkap Charles Spencer Chaplin.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Dian Fossey, Hidup Akrab dengan Gorila

Lahir dari orangtua yang bergelut di bidang seni suara dan akting, tak heran darah seni mengalir di tubuhnya. Ibu Chaplin merupakan seorang aktris dan penyanyi dengan nama panggung Lily Harley.

Ayahnya adalah seorang penyanyi dan juga seorang aktor. Namun, Chaplin harus kehilangan sang ayah ketika dia masih balita.

Sementara sang ibu yang bernama asli Hanna Hall menderita masalah mental, sehingga Chaplin dan saudara tirinya, Sydney, menjelajahi London.

Di kota itu, mereka menari di jalanan untuk mengumpulkan uang receh dengan menyodorkan topi ke penonton yang menyaksikan aksi mereka.

Dalam sebuah pertunjukkan, Hannah secara misterius kehilangan suaranya di tengah-tengah pertunjukan. Hal itu mendorong manajer produksi meminta Chaplin untuk bernyanyi.

Chaplin yang baru berusia lima tahun, dengan langkah berani dia menggantikan posisi ibunya di atas panggung dan mulai bernyanyi. Penonton dibuat kagum dengan aksinya.

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Joseph Pulitzer, Taipan Media AS

Chaplin mendapatkan sorotan, namun sejak itu, Hannah tak pernah mendapatkan suara lagi dan keluarga kecil tersebut perlahan kehabisan uang.

Pada 1897, Chaplin dan Sydney juga bergabung dengan klub Eight Lancashire Lads, sebuah rombongan tari anak-anak.

Kemudian di 1908, ketika usianya menginjak 19 tahun, Caplin bergabung dengan rombongan pantomim Fred Karno.

Dari situ status bintangnya mulai bersinar, saat pantomim berjudul The Drunk dalam sketsa A Night di English Music Hall menuai reaksi positif.

Charlie Chaplin. (National Potrait Gallery) Charlie Chaplin. (National Potrait Gallery)
Karier film

Perusahaan Karno membawanya sampai ke benua Amerika pada 1913. Di negara Amerika Serikat, Chaplin dikontrak untuk tampil dalam film komedi Keystone karya Mack Sennet dengan upah 150 dollar AS per pekan.

Dia berperan sebagai mercenary dandy di film Making a Living. Diminta untuk menghasilkan gambar yang bagus, membuatnya harus berpikir kreatif untuk melakukan improvisasi dengan pakaiannya.

Pilihannya jatuh pada mantel yang kekecilan, celana besar, dan sepatu floppy. Sebagai sentuhan akhir, dia menempelkan kumis seukuran perangko di bawah hidungnya dan membawa tongkat.

Pada film keduanya di Keystone berjudul Kid Auto Races at Venice (1914), alter ego Chaplin "the Little Tramp" di layar lahir.

Selama tahun pertamanya di perusahaan itu, Chaplin menghasilkan 14 film termasuk The Tramp (1915).

Baca juga : Biografi Tokoh Dunia: Chiang Kai Shek, Presiden Pertama Taiwan

Pada usia 26 tahun, dia pindah ke Perusahaan Mutual dengan bayaran 670.000 dollar AS per tahun. Beberapa karya terbaiknya dihasilkan dari perusahaan tersebut, seperti One A.M (1916), The Rink (1916), The Vagabond (1916) dan Easy Street (1917).

Chaplin merupakan seorang perfeksionis. Kecintaannya pada eksperimen dalam menghasilkan karya tak terhitung jumlahnya.

Dia pernah meminta pembangunan kembali seluruh set film dan mengulang seluruh pengambilan gambar hanya karena dia salah memilih aktor.

Kesempurnaannya dalam menyusun adegan film menghasilkan buah yang baik, seperti The Kid (1921), The Pilgrim (1923), A Woman in Paris (1923), The Gold Rush (1925), dan The Circus (1928).

Film The Circus membuatnya memenangkan penghargaan Oscar pertamanya pada 1929.

Tiga film terakhir di atas dihasilkan oleh United Artist, perusahaan milik Chaplin yang berdiri pada 1919 bersama dengan Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan DW Griffith.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X