Kompas.com - 16/04/2018, 11:29 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan direktur Biro Penyelidik Federal (FBI) James Comey menilai Donald Trump tak pantas menjadi seorang presiden.

Pada penampilan perdana dalam wawancara di televisi, setelah dipecat Trump, Comey mengatakan kepada ABC News bahwa Trump merupakan figur bagi seseorang yang menganggap kebenaran tidak bernilai tinggi.

Dilansir dari BBC, Senin (16/4/2018), beberapa jam sebelum wawancara disiarkan, Trump menuduh Comey telah menyebarkan banyak kebohongan.

"Saya tidak setuju tentang mentalnya yang dinilai inkompeten atau pada tahap awal demensia," kata Comey.

Baca juga : Kesal pada FBI, Trump Habiskan Akhir Pekan dengan Makan dan Tonton TV

"Saya tidak berpikir, dia secara mental tidak pantas menjadi presiden. Saya berpikir, dia secara moral tindak pantas menjadi presiden," katanya.

"Presiden kita harus mewujudkan penghormatan dan melekat pada nilai-nilai inti negara ini. Yang terpenting adalah kebenaran. Presiden tidak bisa melakukannya," ucapnya.

Setelah wawancara itu disiarkan, Komite Nasional Partai Republik merilis pernyataan komentar tentang tur publisitas Comey untuk mempromosikan buku terbarunya.

"Satu-satunya hal terburuk ketimbang sejarah Comey terkait kelakuannya adalah kesediaannya untuk mengatakan apa pun untuk menjual buku." katanya dalam rilis.

Comey berencana akan menerbitkan buku berjudul A Higher Loyalty: Truth, Lies, dan Leadership.

Trump menyebut buku tersebut sebagai buku yang buruk dan penuh dengan tanda tanya besar. Dia menyarankan agar Comey seharusnya berada di penjara.

Ketegangan di antara keduanya terjadi ketika Trump memecat Comey dengan alasan ketidakmampuan dia dalam menjalankan tugas.

Namun, alasan itu tak langsung menjernihkan masalah, sebab Comey memimpin penyelidikan atas dugaan keterlibatan pihak Rusia dan tim kampanye Trump dalam pemilihan presiden 2016 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.