Tim Pencari Fakta Tetap Selidiki Bukti Senjata Kimia di Douma

Kompas.com - 15/04/2018, 20:42 WIB
Warga Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma. AFP/NAZEER AL-KHATIBWarga Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Tim dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) tetap bekerja menyelidiki lokasi di dekat ibu kota Suriah yang diduga menjadi sasaran serangan senjata kimia.

Dua tim pencari fakta telah dikirim oleh organisasi yang bermarkas di Den Haag itu untuk mengungkap bukti dugaan adanya penggunaan zat kimia berbahaya dalam serangan di kota Douma pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 40 orang.

Akibat penggunaan senjata kimia yang diyakini AS dan sekutunya dilancarkan oleh rezim Suriah, Jumat (13/4/2018) malam, militer AS bersama Inggris dan Perancis meluncurkan lebih dari 100 misil ke tiga fasilitas terkait senjata kimia Suriah.

Beberapa jam usai serangan militer AS ke Damaskus dan Hom, tim pencari fakta OPCW tiba di kota Douma. tepat di sebelah timur ibu kota.


Baca juga: Selidiki Dugaan Serangan Gas Beracun, Tim Pencari Fakta Tiba di Suriah

" Tim pencari fakta telah tiba di Damaskus pada Sabtu 914/4/2018) dan dijadwalkan berangkat ke Douma keesokan harinya," kata Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Ayman Soussan, kepada AFP.

Pemerintah Suriah juga telah menjanjikan bakal membantu secara penuh kerja tim pencari fakta, termasuk masalah keamanan.

"Kami akan memastikan mereka dapat bekerja secara profesional, obyektif, tidak memihak dan bebas dari tekanan apa pun," tambah Soussan.

Pada 2017, tim OPCW sempat mengkonfirmasi adanya penggunaan zat sarin dalam serangan di kota utara Khan Sheikhun.

Langkah penyelidikan tim kali ini lebih berat karena sejumlah pihak yang mengklaim telah memiliki bukti dan menggunakannya sebagai dasar untuk melakukan serangan balasan.

Baca juga: Suriah Undang Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Datang ke Douma

Belum lagi kemungkinan barang bukti yang telah dihilangkan, mengingat kawasan yang diselidiki berada di bawah kendali polisi militer Rusia dan pasukan Suriah selama sepekan terakhir.

"Segala kemungkinan itu harus tetap masuk dalam pertimbangan dan tim investigasi akan menjadi bukti terkait kemungkinan lokasi insiden telah dirusak," kata Ralf Trapp, konsultan sekaligus anggota tim misi OPCW untuk Suriah sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Mantan Penyelundup Narkoba Ini Pernah Nyaris Dibunuh karena Ganti Saluran TV

Internasional
Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Restoran di Belgia Ini Sajikan Air Minum Daur Ulang dari Toilet

Internasional
Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Bayi Ini Dikubur Hidup-hidup di Lempeng Beton, Polisi China Buru Orangtuanya

Internasional
Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak 'Rahasiakan' Halaman Depan

Protes Pembatasan Pers, Koran Australia Kompak "Rahasiakan" Halaman Depan

Internasional
Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Bar di Jepang Ini Hanya Izinkan Pengunjung untuk Datang Sendiri

Internasional
Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Menhan China: Tak Ada yang Bisa Mencegah Penyatuan Kembali China dengan Taiwan

Internasional
Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Restoran Khusus Indomie Bakal Dibuka di Singapura

Internasional
Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Pemimpin Hong Kong Kunjungi Masjid yang Disiram Meriam Air Polisi

Internasional
Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Internasional
Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong 'Tak Sengaja' Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Bubarkan Demonstran, Polisi Hong Kong "Tak Sengaja" Tembakkan Meriam Air ke Arah Masjid

Internasional
Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan 'Zona Aman'

Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata, Pasukan Kurdi Suriah Tinggalkan "Zona Aman"

Internasional
Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Mutiara Berusia 8.000 Tahun Bakal Dipamerkan Pertama Kali di Abu Dhabi

Internasional
Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Hadiri Pelantikan Jokowi, Ini Kerja Sama Bilateral yang Ingin Ditingkatkan PM Singapura

Internasional
Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Berusaha Bunuh Pasukan SAS Inggris, ISIS Pasang Bom Bunuh Diri di Bra

Internasional
Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Mahathir Tiba di Jakarta untuk Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X