Negara-negara Arab Buka Suara atas Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah - Kompas.com

Negara-negara Arab Buka Suara atas Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah

Kompas.com - 15/04/2018, 19:56 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah.AFP/Handout/STR/SYRIAN GOVERNMENTS CENTRAL MILITARY MEDIA Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Saat mayoritas pemimpin negara Barat mendukung serangan keras yang dilancarkan AS, Inggris dan Perancis kepada Suriah, Jumat (13/4/2018) malam, reaksi berbeda ditunjukkan para pemimpin negara-negara Arab.

AS bersama dengan sekutunya telah menembakkan lebih dari 100 misil ke tiga fasilitas militer Suriah yang diyakini terkait dengan serangan senjata kimia di kota Douma di Ghouta Timur sepekan sebelumnya.

Presiden Donald Trump menyebut serangan yang dilancarkan terhadap rezim Bashar al-Assad telah berjalan dengan lancar dan mengenai semua situs yang menjadi sasaran.

Negara-negara yang mendukung serangan AS ke Suriah di antaranya Israel, Kanada, Turki dan NATO.

Baca juga: Ketika Pro dan Kontra Merebak atas Serangan AS dan Sekutunya ke Suriah

Lantas bagaimana pandangan negara-negara Arab lain atas serangan militer AS dan sekutunya itu? Berikut komentar sejumlah negara Arab, dilansir dari The New Arab:

1. Qatar

Qatar menjadi negara Teluk Arab pertama yang bereaksi terhadap serangan udara AS dan sekutunya ke Suriah.

Pernyataan resmi yang disampaikan Kementerian Luar Negeri Qatar, Sabtu (14/4/2018) menunjukkan dukungannya terhadap serangan yang bertujuan untuk menghentikan pasukan rezim Assad menggunakan senjata kimia yang membahayakan warga sipil.

"Qatar menyampaikan dukungannya kepada AS, Inggris dan Perancis atas operasi militer yang menargetkan sasaran spesifik rezim Suriah yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap warga sipil," tulis pernyataan tersebut.

"Penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah yang tak pandang bulu melawan warga sipil dengan mengabaikan konsekuensi kemanusiaan dan hukum itu membutuhkan tindakan tegas segera oleh komunitas internasional demi melindungi rakyat dan melucuti senjata yang dilarang secara internasioanl," tambah pernyataan itu.

2. Oman

Pemerintah Oman turut menyampaikan dukungannya terhadap tindakan militer melawan instalasi militer Suriah.

"Oman mendukung alasan yang mendasari keputusan AS, Inggris dan Perancis dalam mengambil tindakan militer terhadap instalasi militer Suriah," tulis pernyataan Kementerian Urusan Luar Negeri Qatar, Sabtu (14/4/2018).

3. Mesir

Kementerian Luar Negeri Mesir menyampaikan keprihatinannya atas serangan militer AS dan sekutunya yang dianggap telah mencederai keselamatan rakyat Suriah serta mengancam pemahaman yang telah dicapai mengenai zona de-eskalasi.

4. Aljazair

Menteri Luar Negeri Aljazair, Ahmed Ouyahia, secara tegas menyesalkan serangan yang dilakukan pada saat komunitas internasional sedang menunggu hasil dari tim penyelidik terkait ada tidaknya penggunaan senjata kimia di kota Douma.

"Serangan-serangan itu akan menciptakan suasana yang memberatkan secara negatif terhadap langkah-langkah penyelesaian krisis Suriah melalui jalur politik," ujarnya.

5. Irak

Kecaman terkait serangan AS juga disampaikan Irak yang memperingatkan bahwa serangan militer akan dapat memicu kembalinya gerakan pemberontakan di wilayah Timur Tengah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmad Mahjoub mengatakan, konsekuensi dari serangan militer akan mengancam keamanan dan stabilitas kawasan tersebut.

Baca juga: Arab Saudi dan Turki Dukung Serangan AS ke Suriah

"Serangan yang dilakukan AS, Inggris dan Perancis adalah perkembangan yang sangat berbahaya, yang akan memberi kesempatan meluasnya kembali terorisme yang telah dihancuran di Irak dan didesak dari Suriah."

"Kami merasa khawatir dan menyerukan segera dilakukannya solusi politik yang memenuhi aspirasi rakyat Suriah," ujarnya.


Komentar
Close Ads X