Pejabat Militer Rusia: Suriah Hancurkan 71 Rudal AS dan Sekutunya

Kompas.com - 14/04/2018, 16:09 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah. AFP/Handout/STR/SYRIAN GOVERNMENTS CENTRAL MILITARY MEDIADalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah.

MOSKWA, KOMPAS.com - Militer Rusia mengatakan, sistem pertahanan Suriah berhasil menghadang rudal yang ditembakkan Amerika Serikat ( AS) dan sekutunya.

Dilaporkan AFP Sabtu (14/4/2018), pejabat militer senior Sergei Rudskoi berujar, dari laporan yang diterimanya, AS dan sekutunya menembakkan lebih dari 100 rudal penjelajah.

"73 rudal di antaranya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan serangan udara Suriah," beber Rudskoi kembali.

Russian Today memberitakan, pangkalan militer Al-Dumayr, 40 kilometer di timur laut Damaskus, diserang oleh 12 rudal penjelajah Sekutu.

Baca juga : Suriah Sebut Aksi Militer Sekutu sebagai Serangan Barbar dan Brutal

Namun, dalam keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, tidak ada satu rudal pun dari Sekutu yang berhasil menghantam pangkalan tersebut.

Rudal-rudal itu diluncurkan dari dua kapal perang AS yang tengah berlayar di Laut Merah, dan dibantu oleh pesawat pembom strategis Rockwell B-1 Lancer.

"Pesawat tersebut diterbangkan dari pangkalan koalisi AS di Al-Tanf, Provinsi Homs," tutur Kemenhan Rusia.

Lebih lanjut, Negeri "Beruang Merah" mengklarifikasi bahwa sistem rudal pencegat mereka tidak berkontribusi menghadang serangan Sekutu.

Suriah menggunakan sistem pertahanan tua yang diproduksi di era Uni Soviet. Antara lain S-125 (SA-3 Goa), S-200 (SA-5 Gammon), 2K12 Kub (SA-6 Gainful), dan Rudal Buk.

Sebelumnya, pada Sabtu pagi, Amerika Serikat dan sekutunya, Inggris serta Perancis, melakukan serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Suriah.

Serangan ini dilakukan sebagai respons AS terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.

Akibat serangan klorin tersebut, pada pekan lalu petugas penyelamat di Ghouta menyebut lebih dari 40 warga sipil tewas, dan 11 lainnya mengeluh mengalami gangguan pernapasan.

Baca juga : Menhan AS Sebut Belum Ada Rencana Serangan Tambahan ke Suriah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X