Menhan AS Sebut Belum Ada Rencana Serangan Tambahan ke Suriah

Kompas.com - 14/04/2018, 15:20 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah. AFP/Handout/STR/SYRIAN GOVERNMENTS CENTRAL MILITARY MEDIADalam foto yang dirilis oleh militer Suriah Sabtu (14/4/2018), terlihat sistem pertahanan serangan udara mereka berusaha menghalau rudal yang ditembakkan Amerika Serikat dan sekutunya. Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan sebagai respon terhadap dugaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat ( AS), Perancis, dan Inggris telah menghantam target di Suriah.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan, serangan ini dilakukan sekali, dan menyasar fasilitas yang diduga memproduksi senjata kimia di Suriah.

"Sejauh ini, kami belum berencana untuk melakukan serangan tambahan," kata Mattis dikutip dari CNBC pada Jumat (13/4/2018).

Pendapat yang sama disuarakan Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford menyebut bahwa gelombang serangan ke Suriah telah berakhir.


Baca juga : Biaya Serangan Pertama AS ke Suriah Setara 30 Km Jalan Tol di Indonesia

Dia berujar, serangan yang dilakukan Sekutu menyasar tiga tempat di Suriah. Pertama adalah Pusat Penelitian dan Studi Ilmu Pengetahuan.

Kemudian target kedua adalah fasilitas penyimpanan senjata kimia di sebelah barat Homs. "Kami menerima informasi di tempat ini, Suriah menyimpan Sarin," kata Dunford.

Kemudian, sasaran ketiga adalah fasilitas penyimpanan senjata kimia lain yang juga berfungsi sebagai markas komando militer.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson dilansir BBC via AFP menyebut, misi militer Sekutu ke Suriah menuai kesuksesan.

"Indikasi awal menyebutkan kalau personel kami telah mengurangi kemampuan Suriah dalam memproduksi senjata kimia," beber Williamson yang menambahkan, empat jet tempurnya telah kembali dengan selamat.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan ke Suriah sebagai respon dugaan penggunaan senjata kimia yang disebutnya sebagai sebuah "kejahatan seorang monster".

Senjata kimia jenis gas beracun klorin itu digunakan rezim Bashar al-Assad kepada kelompok pemberontak di Douma, Ghouta Timur.

Akibat serangan klorin tersebut, pada pekan lalu petugas penyelamat di Ghouta menyebut lebih dari 40 warga sipil tewas, dan 11 lainnya mengeluh mengalami gangguan pernapasan.

Baca juga : Negerinya Dihujani Misil, Presiden Assad Tetap Ngantor Seperti Biasa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X