Pemandu Sorak Jadi Korban "Bully" karena Masih Perawan

Kompas.com - 14/04/2018, 12:56 WIB
Kristan Ann Ware, pemandu sorak yang mengaku dirundungi lantaran masih perawanKristan Ann Ware/Twitter Kristan Ann Ware, pemandu sorak yang mengaku dirundungi lantaran masih perawan

MIAMI,Kompas.com - Seorang pemandu sorak melayangkan gugatan hukum terhadap tim sepak bola Amerika, Miami Dolphins karena merasa menjadi korban bully.

Kristan Ann Ware (27), nama pemandu sorak itu, mengaku mengalami perundungan setelah menyatakan dirinya masih perawan.

Perundungan ini bermula ketika Ware bersama anggotra tim pemadu sorak Miami Dolphins melakukan perjalanan ke London pada 2015.

Saat itu, sejumlah anggota tim pemandu sorak akan tampil dalam laga antara Miami Dolphins melawan New York Jets di Stadion Wembley

Baca juga : Juara Dunia Pemandu Sorak Meriahkan TAFISA Games 2016

Saat berkumpul bersama, para pemandu sorak mulai membicarakan siapa saja yang paling ingin mereka cumbu.

Ware yang berada dalam tim dipaksa kawan-kawannya untuk menulis daftar nama orang yang paling ingin dia ajak bercinta.

Saat itu, Ware mengaku pada rekan timnya bahwa ia masih perawan dan hanya akan melakukan hubungan seksual setelah menikah.

Setahun setelah penampilan mereka di London, para anggota pemandu sorak diwajibkan untuk mendaftar ulang untuk mempertahankan pekerjaan mereka.

Ketika itulah Ware mengaku direktur tim, Dorie Grogan mulai menyinggung kembali soal status keperawanannya.

Sejak itu, Ware keluar dari tim pemandu sorak yang sudah tiga tahun menaunginya. Demikian dikutip dari BBC.

Pada Rabu lalu, Ware melayangkan gugatan resminya terhadap timnya ke Komisi Hubungan Manusia Florida.

Menurut Ware, gugatan ini bukanlah serangan terhadap tim sepak bola Amerika. Ia hanya ingin buat suasana kerja pemandu sorak lebih baik lagi.

Baca juga : Semangati Karyawan, Perusahaan Ini Rekrut Cheerleader Cantik

Sementara itu Miami Dolphins menanggapi masalah ini hanya mengatakan, pihaknya selalu bertekad untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.

"Kami memperlakukan semua anggota organisasi ini dengan standar yang sama dan tidak melakukan diskrimiasi gender, ras, dan agama," tambah manajemen Miami Dolphins.


Terkini Lainnya


Close Ads X