Kompas.com - 14/04/2018, 11:24 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com - "Kontribusi dan komitmen Indonesia terhadap pasukan pemeliharaan perdamaian PBB adalah amanat konstitusi dan memiliki kredensial, track record serta sejarah panjang," kata Wamenlu Indonesia AM Fachir di Stockholm, Swedia, Jumat (13/4/2018)

Fachir menjadi pembicara utama dalam konferensi bertajuk "Peacekeeping Reform: Making United Nations Peace Operations More Fit for Purpose".

"Indonesia telah mengirim lebih dari 40.000 personel dalam 28 misi perdamaian PBB sejak 1957 dan tahun lalu Indonesia mencapai tonggak sejarah yang penting (yaitu) 60 tahun partisipasi Indonesia dalam misi penjaga perdamaian," tambah Fachir.

Tahun ini, lanjut Fachir, Indonesia berencana mengirim satu kontingen TNI dalam misi perdamaian MONUSCO di Kongo dan satgas Polri dalam misi perdamaian UNMISS di Sudan Selatan.

Baca juga : Sejarah Penyerangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB dari Masa ke Masa

Fachir menekankan, terdapat tiga aspek penting yaitu mendorong peran perempuan dalam pasukan perdamaian PBB, memprioritaskan keselamatan pasukan, melindungi masyarakat sipil dalam situasi konflik serta inovasi pemanfaat dan optimalisasi anggaran pasukan perdamaian PBB.

Paparan ini disambut hangat peserta konferensi, termasuk pejabat pemerintah Swedia, kalangan diplomatik, organisasi internasional, NGO, dan komunitas akademisi Swedia.

Pemerintah Swedia dan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), menyampaikan apresiasi atas peran dan kontribusi Indonesia dalam misi pasukan perdamaian PBB.

Pada kesempatan terpisah, Fachir bertemu Menlu Swedia Annika Söder untuk membahas hubungan bilateral Indonesia dan Swedia.

Hubungan kedua negara semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini, terutama di bidang investasi, energi terbarukan, dan pariwisata.

Baca juga : Panglima TNI Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Myanmar

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengangkat isu keamanan global yang menjadi perhatian Dewan Keamanan PBB saat ini.

Menlu Soder menegaskan dukungan Swedia bagi kontribusi dan peran RI di dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional serta pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019–2020.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.