Abaikan PBB, Myanmar Berkeras Segera Pulangkan Pengungsi Rohingya

Kompas.com - 13/04/2018, 21:00 WIB
Kaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu. AFP/JOE FREEMANKaum minoritas Rohingya di balik pagar kawat berduri di perbatasan distrik Maungdaw di Rakhine, 18 Maret 2018. Gelombang pengungsi Rohingya yang memasuki wilayah Bangladesh turut meningkatkan bahaya penyelundupan narkoba ke negara itu.

DHAKA, KOMPAS.com - Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar, Win Myat Aye menegaskan bahwa pemerintah akan segera memulai proses pemulangan para pengungsi Rohingya meski adanya peringatan keselamatan dari PBB.

Menteri Win telah mengunjungi salah satu kamp pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh dengan Myanmar. Win pun kembali menegaskan jika Myanmar telah siap untuk memulai proses repatriasi.

"Kami akan dapat mengatasi kesulitan yang kami hadapi. Saya sangat yakin kami bisa memulai proses repatriasi secepatnya," kata Win di Dhaka, Kamis (12/4/2018) malam.

Baca juga: Studi Sebut Anak-anak Pengungsi Rohingya Darurat Gizi Buruk

Pemerintah Myanmar telah berulang kali menyatakan kesiapan memulai proses pemulangan warga Rohingya meski tidak menyebutkan tanggal pasti rencana tersebut.

Keraguan pun tersebar luas di Bangladesh dan tempat lainnya yang menduga rencana pemulangan pengungsi tidak akan pernah terlaksana.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani kesepakatan pemulangan untuk ratusan ribu pengungsi Rohingya pada November 2017 lalu dengan gelombang pertama akan dipulangkan mulai akhir Januari 2018.

Namun dalam perkembangannya, proses repatriasi ditunda tanpa batas waktu karena belum selesainya persiapan dengan kedua pihak saling menyalahkan.

Menteri Win pun berkunjung ke kamp pengungsi di Kutupalong dan bertemu dengan para pemimpin Rohingya. Kunjungan pertama anggota kabinet Myanmar ke kamp pengungsi itu turut diwarnai aksi protes.

Sebelumnya, Badan Pengungsi PBB mengatakan, kunjungan Menteri Myanmar itu penting untuk membangun kepercayaan antara kedua pemerintah.

Meski demikian PBB turut berpesan jika kondisi di Myanmar belum kondusif untuk para pengungsi Rohingya kembali dan mengatakan negara itu berkewajiban menciptakan kondisi yang menjamin hak-hak dan keamanan dasar para pengungsi.

Baca juga: Menteri Sosial Myanmar Kunjungi Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Banyak pengungsi merasa khawatir mereka akan kembali mengalami penganiayaan jika mereka kembali di bawah kesepakatan repatriasi, dan ditempatkan di kamp transit sementara untuk jangka waktu yang tidak diketahui karena masih menunggu kesiapan perumahan baru.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X