Menlu Rusia: Serangan Barat ke Suriah Bisa Picu Gelombang Migran

Kompas.com - 13/04/2018, 19:57 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta AS terbuka dengan tujuan tindakannya terhadap Korea Utara selama ini. ALEXANDER NEMENOV / AFPMenteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov meminta AS terbuka dengan tujuan tindakannya terhadap Korea Utara selama ini.

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan negara-negara Barat untuk tidak melakukan serangan ke Suriah.

Dalam keterangan resminya di Moskwa Jumat (13/4/2018), Lavrov berujar jika Barat nekat melakukan operasi militer, maka bakal ada gelombang migran di Eropa.

"Aksi sekecil apapun bakal memicu hal itu (migran), dan menimbulkan dampak lain yang jelas tidak kami inginkan," kata Lavrov seperti dilansir AFP.

Sementara itu, atas permintaan Rusia, Dewan Keamanan PBB bakal kembali menggelar pertemuan di New York pada Jumat ini.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, situasi yang berkembang saat ini sudah sangat berbahaya.

Baca juga : Peringatan Rusia, Bikin Barat Ragu untuk Menyerang Suriah

"Prioritas pertama kami adalah berusaha menghindari peluang jika terjadi perang," kata Nebenzia seperti diberitakan oleh Radio Free Europe.

Nebenzia melanjutkan, eskalasi ketegangan di Suriah terjadi begitu cepat karena pasukan Negeri "Beruang Merah" ada di sana.

Pernyataan Nebenzia keluar setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat ( AS) yang baru, Mike Pompeo, melakukan tes kelayakan di hadapan Kongres Kamis (12/4/2018).

Mantan Direktur Dinas Intelijen Pusat (CIA) itu berujar, Rusia menyerang pangkalan militer AS di kawasan timur Suriah. "Rusia telah menemui lawannya," kata Pompeo.

Situasi memanas menyusul laporan yang diberikan organisasi kemanusiaan tentang adanya gas beracun klorin ketika Suriah melancarkan serangan udara pekan lalu (6/4/2018).

Akibat serangan tersebut, setidaknya lebih dari 40 warga sipil di Douma tewas, dan 11 orang menjalani perawatan intensif karena mengalami kesulitan bernapas.

Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bakal mempertimbangkan opsi militer jika ternyata ditemukan senjata kimia di Suriah.

Pernyataan Trump kemudian dibalas Rusia dengan mengancam bakal menjatuhkan setiap rudal yang ditembakkan Washington ke Damaskus.

Baca juga : AS dan Perancis Mengaku Punya Bukti Suriah Gunakan Senjata Kimia



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X