Kompas.com - 13/04/2018, 17:58 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Tanggal operasi militer ke Suriah masih belum ditentukan. Namun, Amerika Serikat (AS) dan Perancis mengatakan kalau aksi tegas harus dilakukan.

Sebabnya, kedua negara itu mengaku mempunyai bukti bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia ke kawasan Douma, Ghouta Timur.

Dari Negeri "Paman Sam", pernyataan tersebut diungkapkan oleh Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, sebagaimana dilansir oleh MSNBC via Politico Kamis (12/4/2018).

"Jelas, kami saat ini mempunyai bukti yang cukup. AS akan bersikap tegas sampai tim penasihat keamanan nasional selesai dengan rumusan opsi," kata Haley.

Baca juga : 10 Kapal Perang dan 2 Kapal Selam AS Berlayar ke Suriah

Tidak jauh berbeda dengan Haley, Presiden Perancis Emmanuel Macron juga mengatakan kalau gas beracun jenis klorin ditemukan di Douma.

"Namun, kami tidak bisa mengatakan kepada Anda jenis bukti yang kami dapatkan," kata Macron kepada TF1 via Washington Post.

Ucapan Macron itu bertolak belakang dengan Desember 2017. Saat itu, dia mendesak agar negara Barat mengedepankan dialog dengan Assad.

"Bagaimanapun, Assad harus bisa memberikan jawaban dugaan kejahatan yang dia perbuat terhadap rakyatnya," tutur presiden 40 tahun tersebut.

Situasi memanas menyusul laporan yang diberikan organisasi kemanusiaan tentang adanya gas beracun klorin ketika Suriah melancarkan serangan udara pekan lalu (6/4/2018).

Akibat serangan tersebut, setidaknya lebih dari 40 warga sipil di Douma tewas, dan 11 orang menjalani perawatan intensif karena mengalami kesulitan bernapas.

Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bakal mempertimbangkan opsi militer jika ternyata ditemukan senjata kimia di Suriah.

Pernyataan Trump kemudian dibalas Rusia dengan mengancam bakal menjatuhkan setiap rudal yang ditembakkan Washington ke Damaskus.

Baca juga : Israel Ancam Bakal Hilangkan Presiden Suriah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.