Sebut Masalah Rohingya sebagai Genosida, Duterte Minta Maaf pada Suu Kyi

Kompas.com - 13/04/2018, 16:56 WIB
Konselor Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat keduanya bertemu dalam kesempatan konferensi ASEAN di Manila, November 2017. AFP/MARK R CRISTINOKonselor Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi (kiri) berjabat tangan dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte saat keduanya bertemu dalam kesempatan konferensi ASEAN di Manila, November 2017.

DAVAO, KOMPAS.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyampaikan permintaan maaf publik kepada pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada Jumat (13/4/2018).

Permintaan maaf tersebut dikeluarkan Duterte menyangkut pernyataan yang disampaikan sepekan sebelumnya terkait permasalahan etnis minoritas Rohingya di Rakhine yang disebut Duterte sebagai "genosida".

"Saya akan meminta maaf pada Anda, tapi jika Anda perhatikan pernyataan saya sebenarnya adalah sebuah sindiran," kata Duterte dalam konferensi pers di kota Davao, seperti dilansir AFP.

Duterte menjelaskan komentar itu sebenarnya lebih ditujukan kepada negara-negara Eropa yang kerap kali mengkritik kebijakannya dalam menangani perang melawan narkoba di negaranya.

Baca juga: Duterte: Filipina Siap Menerima Pengungsi Genosida Myanmar

Negara-negara Eropa menuduh Duterte telah melakukan kejahatan dan pelanggaran hak asasi hingga menewaskan lebih dari 4.000 tersangka kasus narkoba dalam dua tahun terakhir.

Melalui pidatonya yang disampaikan di Manila pada Kamis (5/4/2018) lalu, Duterte ingin menyentil pemerintahan negara-negara Eropa yang tidak mampu menyelesaikan permasalahan di Rakhine, Myanmar.

"Itulah genosida yang sebenarnya, jika boleh saya sebut demikian," kata Duterte saat itu sambil menyebut Aung San Suu Kyi sebagai sahabatnya.

Suu Kyi telah menerima kritik dunia internasional atas sikap diamnya mengenai tragedi penyerangan brutal yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga minoritas Rohingya di Rakhine, Agustus lalu, yang memaksa ratusan ribu kaum Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

Dalam pidatonya pekan lalu, Duterte juga sempat menyebut kesiapan Filipina untuk menerima para pengungsi Rohingya jika negara-negara Eropa turut membantu dan melakukan tindakan serupa.

Baca juga: Myanmar Disebut Tak Siap Hadapi Kepulangan Pengungsi Rohingya



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X