Israel Ancam Bakal "Hilangkan" Presiden Suriah

Kompas.com - 13/04/2018, 15:37 WIB
Tentara Suriah terlihat berkumpul di wilayah pinggiran timur Douma, 8 April 2018. Pemerintah Suriah dilaporkan telah mengosongkan sejumlah gedung militernya demi menghindari serangan militer negara Barat. AFP/STRINGERTentara Suriah terlihat berkumpul di wilayah pinggiran timur Douma, 8 April 2018. Pemerintah Suriah dilaporkan telah mengosongkan sejumlah gedung militernya demi menghindari serangan militer negara Barat.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel mengancam akan memusnahkan pemimpin Suriah bersama dengan rezimnya jika Iran melakukan tindakan balasan atas serangan ke pangkalan udara di Suriah yang terjadi Senin (9/4/2018) lalu.

Serangan udara yang menyasar pangkalan militer T-4 di provinsi Homs, Suriah itu telah menewaskan 14 personil termasuk tujuh tentara Iran. Pemerintah Suriah beserta sekutunya, Iran dan Rusia, menuduh Israel berada di belakang serangan itu.

Atas serangan itu, Iran mengancam akan melakukan pembalasan. Seorang pejabat senior Iran, Ali Akbar Velayati bahkan mengancam tidak bakal tinggal diam dan membiarkan "kejahatan" itu tak terjawab.

Baca juga: Serangan di Pangkalan Udara Pemerintah Suriah Tewaskan 14 Orang

"Kejahatan ini tidak akan berakhir tanpa ada jawaban," kata Velayati, yang juga merupakan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, saat kunjungannya ke Suriah, Selasa (10/4/2018).

Serangan ke pangkalan militer Suriah itu terjadi kurang dari 24 jam setelah serangan di kota Douma yang diduga menggunakan senjata kimia terlarang.

Menanggapi ancaman dari Iran, pejabat senior Israel membalas dengan mengancam Presiden Suriah Bashar al-Assad akan "menghilang" jika Iran benar melakukan serangan balasan.

"Jika Iran mengambil tindakan melawan Israel dari wilayah Suriah, maka Assad dan pemerintahannya yang akan membayar," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

"Pemerintah bersama dengan Assad akan hilang begitu saja. Kami merekomendasikan kepada Iran tidak bertindak melawan kami," tambahnya dilansir dari The New Arab.

Pejabat senior Israel itu juga mengancam kepada pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah akan menerima balasan yang sama.

"Nasrallah perlu memahami bahwa nasibnya tidak akan lebih baik dari Assad. Dia juga akan membayar harga yang sangat mahal," ujarnya.

Baca juga: Rusia: Israel Pelaku Serangan terhadap Pangkalan AU Suriah

Dilaporkan media Haaretz, militer Israel kini tengah dalam siaga tinggi dan menilai ancaman balasan dari Iran sebagai hal yang sangat serius.

"Perbatasan utara Israel kini dalam siaga tinggi di tengah kekhawatiran akan serangan balasan yang mungkin dilakukan Iran dan Hizbullah," tulis media tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X