Jerman Tak Ingin Terlibat dalam Serangan Militer di Suriah

Kompas.com - 13/04/2018, 10:01 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel mengajak Trump untuk berjabat tangan, tetapi Trump tak meresponsnya, tampak dingin tanpa menyahut atau menoleh ke arah timpalannya itu, saat bertemua di Washington DC, 17 Maret 2017. ReutersKanselir Jerman Angela Merkel mengajak Trump untuk berjabat tangan, tetapi Trump tak meresponsnya, tampak dingin tanpa menyahut atau menoleh ke arah timpalannya itu, saat bertemua di Washington DC, 17 Maret 2017.

BERLIN, KOMPAS.com - Pemerintah Jerman menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam serangan militer yang kemungkinan dilakukan oleh negara Barat lainnya ke Suriah.

Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (12/4/2018) mengirim pesan dukungan bahwa penggunaan senjata kimia tidak dapat dibenarkan.

Dia menekankan pentingnya persatuan untuk merespons dugaan penyerangan senjata kimia di Douma, Ghouta Timur, oleh pasukan Suriah.

"Jerman tidak akan ambil bagian dalam aksi militer. Saya ingin menjelaskan lagi bahwa tidak ada keputusan terkait itu," katanya.

Baca juga : Trump Belum Beri Keputusan Terkait Serangan di Suriah

Merkel mengaku telah menghubungi Presiden Perancis Emmanuel Macron, yang juga sudah berbicara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan ini, membahas respons paling efektif untuk menanggapi dugaan serangan gas klorin di Suriah.

Meski AS, Inggris, dan Perancis diperkirakan akan melancarkan serangan militer, Jerman akan memberi bantuan tanpa harus melibatkan militer.

"Saya pikir penting untuk tetap berada di garis yang sama, tanpa harus dengan partisipasi militer Jerman," ucapnya.

Seperti diketahui, serangan pasukan Suriah di wilayah pemberontak di Douma diduga menggunakan gas beracun, sehingga menewaskan dan melukai warga sipil.

Trump secara tegas akan melakukan serangan militer ke Suriah secepatnya.

Baca juga : Serangan Gas Beracun Paksa Pemberontak Suriah Tinggalkan Douma

Namun, dalam pertemuan dengan regu keamanan nasional pada Kamis lalu, Gedung Putih belum dapat memberikan keputusan bulat.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, pemerintah terus melakukan pembicaraan dengan sekutu untuk mengambil keputusan.

"Belum ada keputusan final yang dibuat. Kami terus memperhitungkan kemampuan intelijen dan sedang berdiskusi dengan mitra dan sekutu kami," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X