Perusahaan di Thailand Sewakan Maskawin untuk Pesta Pernikahan - Kompas.com

Perusahaan di Thailand Sewakan Maskawin untuk Pesta Pernikahan

Kompas.com - 12/04/2018, 23:48 WIB
Ilustrasi maskawin yang ada di Thailand.Oddity Central/Wikimedia Commons/Thomas dan Joanna Ainscough Ilustrasi maskawin yang ada di Thailand.

BANGKOK, KOMPAS.com - Sebuah perusahaan di Thailand tengah menjadi perhatian media setempat setelah menjalankan bisnis unik.

Diberitakan Oddity Central Rabu (11/4/2018), selama tiga bulan terakhir, perusahaan bernama Romantiese itu melakukan bisnis persewaan maskawin.

Tradisi memberikan maskawin, dikenal dengan sin sod, masih melekat kuat di kultur Negeri "Gajah Putih" tersebut.

Sebab, memberi maskawin merupakan bentuk penghormatan akan orangtua si mempelai perempuan yang sudah bersusah payah membesarkan anak mereka.

Sekaligus, maskawin tersebut menunjukkan seberapa kuat finansial mempelai pria untuk memulai biduk rumah tangga.

Baca juga : Menyamar Jadi Pria, Wanita Ini Nikahi 2 Wanita Lain demi Maskawin

Sayangnya, tidak semua mempelai pria mempunyai cukup uang maupun membeli batangan emas yang bisa diberikan sebagai maskawin.

Situs Thailand Sanook melaporkan, terdapat beberapa paket maskawin yang bisa dipilih oleh pasangan pada saat hari pernikahan mereka.

Sebagai contoh, untuk menunjukkan maskawin uang tunai 500.000 baht, sekitar Rp 220 juta, dan satu unit mobil Mercedes, pelanggan cukup membayar 35.000, Rp 15,4 juta.

Atau, paket uang tunai 1 juta baht, Rp 441,4 juta dan Mercedes bisa dipajang dengan harga 49.999 baht, atau Rp 22 juta.

Pemilik Romantiese, Tawan Supanontakorn dan istrinya Kangkai, mengaku membuka bisnis tersebut karena pengalaman mereka sendiri.

Ketika menikah lima tahun lalu, Supanontakorn mempunyai impian untuk bisa mempersembahkan maskawin emas batangan dan uang tunai untuk menghormati keluarga mereka.

Namun, nyatanya mereka tidak punya. "Karena itu, melalui bisnis ini, kami berharap bisa membantu pasangan lain untuk menciptakan kenangan indah," tutur Supanontakorn.

Pria 31 tahun itu menambahkan, dia berusaha mencegah agar uang, emas, maupun mobil tersebut tidak disalahgunakan.

Dia menjelaskan, calon pelanggan harus menandatangani kontrak untuk memastikan bahwa maskawin itu hanya untuk pajangan.

Maskawin itu dilarang disentuh bahkan oleh tamu sekalipun, dan bahkan dikembalikan kepada staf Romantiese segera setelah pesta pernikahan selesai.

Baca juga : Demi Bayar Maskawin, Pria di India Curi Ginjal Istrinya


Komentar
Close Ads X