Analis: Pesawat Kim Jong Un Tidak Layak untuk Bertemu dengan Trump

Kompas.com - 12/04/2018, 20:49 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan). (AFP/Nicholas Kamm/KCNA Via KNS) Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan). (AFP/Nicholas Kamm/KCNA Via KNS)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Tanggal pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara ( Korut) Kim Jong Un belum ditentukan.

Begitu pun tempat pertemuan. Beberapa analis internasional mulai memberikan prediksi negara yang bakal menjadi tempat perundingan.

Seperti diberitakan The Independent, Kamis (12/4/2018), para analis tersebut memprediksi Kim dan Trump bakal bertemu di Swiss, Islandia, atau Swedia.

Bagaimana jika di luar negara tersebut? Mereka berkata, Kim bakal mendapat kesulitan karena tidak mempunyai pesawat yang layak.

Komentar tersebut diutarakan Joseph Bermudez, analis situs think tank Korut berbasis di AS, 38North dilansir dari The Washington Post.

Baca juga: Suasana Tegang saat Utusan Korsel Minta Kim Jong Un Berhenti Merokok

Menurut dia, Kim tidak punya pesawat yang mampu terbang melintasi Pasifik tanpa perlu berhenti untuk mengisi bahan bakar.

"Kebanyakan pesawatnya sudah tua," tutur Bermudez. Hal yang sama juga dikatakan mantan analis Dinas Intelijen AS (CIA), Sue Mi Terry.

Terry menjelaskan, kebanyakan pesawat Korut merupakan pesawat Uni Soviet yang tua. "Kami sering bercanda tentang itu," katanya.

Pendapat berbeda disuarakan oleh jurnalis penerbangan Charles Kennedy. Dia menuturkan, Air Koryo, maskapai yang dikelola Pemerintah Korut, mempunyai dua pesawat Tupolev.

Jenis tersebut hampir sama dengan pesawat Boeing 757 Jetliner. " Pesawat itu bisa terbang hingga 4.828 kilometer," kata Kennedy.

Victor Cha, penasihat senior Pusat Studi Internasional Strategis, mengatakan, masih ada opsi lain jika Kim tidak punya pesawat saat bertemu dengan Trump.

Cha memaparkan, Kim bisa meminta bantuan Korea Selatan (Korsel) atau Swedia untuk menyediakan pesawat kenegaraan. "Namun, meminta itu bakal sangat memalukan," tukasnya.

Sejak berkuasa pada 2011 menggantikan ayahnya, Kim Jong Il, Kim tercatat hanya satu kali melakukan kunjungan kenegaraan, yakni ketika berkunjung ke China pada 25-28 Maret lalu. Itu pun Kim menggunakan kereta berlapis baja.

Baca juga: Kim Jong Un Berkomentar soal Rencana Pertemuan dengan AS



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X