Hindari Serangan Buaya, Seorang Pria Sembunyi 20 Jam di Pohon Mangrove

Kompas.com - 12/04/2018, 15:02 WIB
Brian Duncan bersembunyi selama 20 jam di pohon mangrove untuk menghindari serangan buaya. (ABC News/Mark Rigby) Brian Duncan bersembunyi selama 20 jam di pohon mangrove untuk menghindari serangan buaya. (ABC News/Mark Rigby)

CREEK, KOMPAS.com — Apa yang Anda lakukan jika melihat keberadaan buaya liar ketika tersesat di hutan? Pria di Australia memilih bersembunyi di pohon dan opsi itu berhasil menyelamatkan nyawanya.

Brian Duncan (60) tersesat di hutan mangrove yang penuh dengan buaya di dekat Chinaman Creek, kawasan industri Cairns, Queensland, Australia, saat mencari jalan pulang seusai jalan-jalan sore.

Tak ingin tewas dilahap buaya, Duncan memutuskan mencari tempat persembunyian di antara pohon mangrove selama 20 jam. Dia dilaporkan hilang sejak Rabu (11/4/2018) sore.

"Saya pergi keluar untuk menaruh perangkap kepiting. Ketika saya melihat sekeliling dan berjalan pulang, air malah pasang," ucapnya, Kamis (12/4/2018), seperti dilansir dari ABC News.

Baca juga: Makan Tanpa Bayar di Restoran, Pasangan di Australia Jadi Buronan

"Saya tidak ingin berjalan saat air dalam karena ada banyak buaya, jadi saya memanjat pohon dan menghabiskan malam di sana," katanya.

"Saya menemukan pohon yang nyaman dan bersandar. Itu pohon yang besar," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Duncan menyadari keluarganya akan khawatir ketika dia memutuskan bermalam di pohon. Namun, dia tidak ingin mengambil risiko dengan menghadapi buaya.

"Saya memikirkan mereka (keluarga), tetapi saya tidak bisa menelepon karena tak ada sinyal di ponsel saya," kata Duncan.

Helikopter penyelamat gagal menemukan keberadaan Duncan. Polisi senior Cairns, Gil Dyett, telah mengerahkan sejumlah polisi, polisi air, staf telepon darurat, dan sebuah helikopter untuk mencari Duncan.

"Saya pikir setelah melalui ini semua, dia menyadari betapa beruntungnya dia," kata Dyett.

Baca juga: Kasus Pencurian Senjata di Australia Meningkat dalam 10 Tahun Terakhir

Duncan dapat berkumpul kembali bersama dengan keluarganya setelah berjalan kaki cukup jauh. 

"Saya harus pergi ke tempat yang terlihat sehingga dia dapat melihat saya, tetapi helikopter terbang begitu saja di atas saya," ucapnya.

Meski hanya menderita bintik-bintik akibat gigitan serangga, Duncan mengaku tidak akan lagi kembali berjalan di sekitar hutan mangrove.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ABC News
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.