Miliarder Jerman Menghilang Tanpa Jejak di Pegunungan Alpen - Kompas.com

Miliarder Jerman Menghilang Tanpa Jejak di Pegunungan Alpen

Kompas.com - 12/04/2018, 12:03 WIB
Longsor salju menjadi bahaya paling mematikan di Pegunungan Alpen yang banyak dijadikan tujuan wisata ski.DAILY MAIL Longsor salju menjadi bahaya paling mematikan di Pegunungan Alpen yang banyak dijadikan tujuan wisata ski.

ALPEN, KOMPAS.com - Salah satu pria terkaya di Jerman, Karl-Erivan Haub, dilaporkan hilang saat melakukan ekspedisi di pegunungan Alpen, dekat perbatasan Swiss-Italia.

Haub merupakan direktur kelompok ritel Tengelmann sejak 2000. Haub menghilang sejak 7 April lalu dan tidak pernah kembali.

Juru bicara perusahaan Tengelam mengonfirmasi berita hilangnya Haub pada Selasa (11/04), sementara encarian terus dilakukan.

Pengusaha berusia 58 tahun itu sedang berlibur di resor ski dekat gunung Matterhorn, di perbatasan Swiss-Italia.

Baca juga : Tersapu Longsor Salju di Pegunungan Alpen, Dua Orang Tewas

Surat kabar Swiss Blick mewartakan, keluarganya telah melaporkan kepada pihak berwenang saat Haub tidak muncul pada pertemuan di sebuah hotel di Zermatt.

Jarak pandang yang buruk dan ancaman longsor mempersulit operasi pencarian. Haub merupakan pecinta olahraga ski dan berada di Swiss dalam rangka berlatih untuk lomba ski Patrouille des Glaciers.

Lomba ski jarak jauh internasional itu diselenggarakan oleh tentara Swiss, di mana baik anggota militer dan warga sipil dapat saling bersaing. Perlombaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2018.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke surat kabar Jerman Handelsblatt, saudara laki-lakinya, Christian Haub, menulis bahwa Karl-Erivan adalah pemain ski yang sangat berpengalaman.

Dia tetap berharap saudaranya dapat ditemukan.

"Tentu saja keluarga kami siap menghadapi skenario terburuk, dan bisnis akan terus berjalan secara lancar dan teratur," katanya.

Baca juga : Salju Longsor di Pegunungan Alpen, Empat Pemain Ski Tewas

Karl-Erivan Haub mengambil alih Tengelmann pada 2000 dari ayahnya, Erivan Haub. Haub senior meninggal secara tak terduga 6 Maret lalu di peternakannya di Wyoming, Amerika Serikat.

Perusahaan yang dikelola keluarga ini didirikan pada 1867 sebagai pengimpor kopi dan teh, serta pedagang barang kolonial.

Kini di Jerman, Tengelmann dikenal sebagai perusahaan ritel multisektor dengan 73 kepemilikan yang menghasilkan pendapatan sekitar 30 miliar euro atau Rp 510,6 triliun.


Komentar
Close Ads X