WHO: Sekitar 500 Warga Suriah di Douma Terpapar Zat Kimia Berbahaya

Kompas.com - 11/04/2018, 23:03 WIB
Warga Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma.AFP/NAZEER AL-KHATIB Warga Suriah membawa tas di antara tenda-tenda di Al-Bil, timur kota Azaz, yang didirikan untuk menampung warga yang melarikan diri dari bekas wilayah kantong pemberontak di Douma.

JENEWA, KOMPAS.com - Sekitar 500 warga Suriah dilaporkan menunjukkan tanda-tanda terpapar kimia berbahaya, menyusul dugaan serangan gas beracun di kawasan kantong pemberontak Suriah.

Jumlah tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) yang mengecam serangan gas beracun di wilayah Douma, Sabtu (7/4/2018).

"Secara khusus, ada tanda-tanda iritasi parah pada membran mukosa, kegagalan pernapasan dan gangguan pada sistem saraf pusat dari mereka yang terpapar," kata WHO dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa, Rabu (11/4/2018).

Meski demikian, WHO pada dasarnya tidak memiliki kewenangan untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia. Demikian diberitakan Reuters.com.

Baca juga: Suriah Undang Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Datang ke Douma

Organisasi Pelarangan Persenjataan Kimia (OPCW) yang memiliki kewenangan, saat ini masih mencari jaminan keselamatan dari Damaskus untuk memasuki wilayah Douma dan melakukan investigasi, meski hasilnya tidak sampai pada menunjuk pihak yang bertanggung jawab.

WHO mengatakan, lebih dari 70 orang yang diketahui tengah berlindung dari serangan udara di ruang bawah tanah di kota Douma dilaporkan telah meninggal.

Di antara para korban yang meninggal tersebut 43 menunjukkan tanda telah terpapar bahan kimia yang sangat beracun.

"Kita semua harus marah atas kejadian dan pemandangan mengerikan dari Douma ini," kata Peter Salama, Wakil Direktur Jenderal WHO untuk urusan kesiapsiagaan dan tanggap darurat.

"WHO menuntut akses tanpa hambatan segera ke wilayah tersebut agar dapat memberikan perawatan kepada para korban yang terkena dampak."

"Juga untuk menilai dampak kesehatan dan untuk memberikan respon kesehatan masyarakat yang komprehensif," tambahnya.

Baca juga: Pemberontak Suriah Bantah Serahkan Douma ke Pasukan Pemerintah

WHO mengatakan telah melatih lebih dari 800 staf kesehatan Suriah untuk mengenali gejala dan mengobati pasien yang terpapar senjata kimia.

PBB juga telah mendistribusikan obat penawar untuk agen saraf, termasuk di Douma yang terkepung tahun lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X