Kompas.com - 11/04/2018, 20:51 WIB
Warga sipil melarikan diri dari lokasi serangan di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, pada 22 Agustus, 2017. ANADOLU AGENCY via MIDDLE EAST MONITORWarga sipil melarikan diri dari lokasi serangan di kota Ein Tarma di wilayah Ghouta Timur, pada 22 Agustus, 2017.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Suriah memberikan tanggapan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menembakkan rudal.

Diwartakan AFP Rabu (11/4/2018), media pemerintah SANA mengutip pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan, mereka tidak kaget dengan tindakan AS.

Menurut Damaskus, secara ceroboh AS telah mengeskalasi tensi, dan menuduh Washington menyebarkan terorisme di negara mereka.

"Tidak aneh jika AS mendukung teroris di Ghouta, dan menjadikan kebohongan mereka sebagai dalih untuk menyerang Suriah," kata pejabat itu kepada SANA.

Baca juga : Trump: Waspada Rusia, Rudal Bakal Ditembakkan ke Suriah

Sebelumnya, Trump dalam kicauannya di Twitter mengancam kalau dia bakal menembakkan misil ke Suriah.

Cuitan itu dibuat setelah Duta Besar Rusia untuk Lebanon, Alexander Zasypkin, berujar kalau Kremlin bakal menjatuhkan setiap rudal AS yang mengincar Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Trump berjanji bakal memberikan respon "terkuat" setelah rezim Presiden Bashar al-Assad dituding menggunakan senjata kimia.

Petugas penyelamat menyatakan, setidaknya 40 orang warga sipil tewas akibat terkena gas beracun tersebut.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB, AS mengajukan proposal untuk menyelidiki dugaan penggunaan gas beracun di Ghouta Timur.

Namun, dalam proposal tersebut, Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk memveto rancangan itu.

Veto Rusia di Dewan Keamanan PBB merupakan yang ke-12 kalinya untuk menghentikan penyelidikan terhadap sekutunya di Timur Tengah itu.

Baca juga : Suriah Undang Tim Pencari Fakta Senjata Kimia Datang ke Douma

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.