Menteri Sosial Myanmar Kunjungi Pengungsian Rohingya di Bangladesh

Kompas.com - 11/04/2018, 15:30 WIB
Pengungsi Rohingya mengumpulkan air di kamp pengungsi Thankhali di distrik Ukhia, di Bangladesh pada 24 Januari 2018. (AFP/Munir Uz Zaman) Pengungsi Rohingya mengumpulkan air di kamp pengungsi Thankhali di distrik Ukhia, di Bangladesh pada 24 Januari 2018. (AFP/Munir Uz Zaman)

KUTUPALONG, KOMPAS.com - Kementerian Kesejahteraan Sosial di Myanmar pada Rabu (11/4/2018) berkunjung ke kamp pengungsian warga etnis Rohingya di Kutupalong, dekat dengan perbatasan kota Cox's Bazar.

Dilansir dari AFP, Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye mengunjungi kamp pengungsian dalam kunjungan yang berlangsung selama tiga hari.

Ini pertama kalinya bagi seorang anggota kabinet pemerintah Myanmar mengunjungi tempat tinggal para pengungsi yang padat dan berbau, sejak operasi militer pada Agustus tahun lalu sehingga memaksa warga Rohingya melarikan diri melewati perbatasan.

Baca juga : Bunuh Warga Etnis Rohingya, 7 Tentara Myanmar Dipenjara 10 Tahun

Kepala polisi setempat Abul Khaer mengatakan, Win Myat Aye juga menemui kepala kamp, termasuk melibatkan Organisasi Internasional untuk Migrasi.

Pemimpin Rohingya di kamp pengungsian mengatakan, mereka menyambut baik kesempatan untuk bertemu dengan menteri secara langsung.

"Kami ingin bertatap muka dengan menteri," kata salah satu kepala kamp, Mohibullah.

Beberapa sumber melaporkan kepada AFP, Win Myat Aye juga telah menemui 40 kepala komunitas Rohingya di kamp Kutupalong.

Warga Rohingya telah menghadapi berbagai tekanan selama beberapa dekade, namun yang paling parah terjadi pada tahun lalu.

PBB dan AS bahkan menyebut Myanmar telah melakukan "pembersihan etnis" terhadap Rohingya.

Baca juga : Myanmar Disebut Tak Siap Hadapi Kepulangan Pengungsi Rohingya

Sebelumnya, Myanmar telah menyepakati ratusan warga Rohingya dari ribuan yang didaftarkan untuk kembali pulang ke rumah mereka di negara bagian Rakhine.

Namun, sampai saat ini, belum ada kelanjutannya. Banyak dari warga Rohingya yang takut mendapatkan tekanan lagi ketika sampai ke tanah mereka.

Pengungsi menuntut pemerintah Myanmar mengakui keberadaan mereka, memberikan akses kesehatan, pendidikan, dan jaminan dapat kembali ke desa-desa mereka.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X