Kompas.com - 11/04/2018, 15:23 WIB
Lokasi perbatasan wilayah Arab Saudi dengan Qatar di Abu Samrah. Lokasi tersebut telah ditutup sejak Juni 2017 menyusul blokade yang dijalankan pemerintah Saudi terhadap Qatar. AFP/KARIM JAAFARLokasi perbatasan wilayah Arab Saudi dengan Qatar di Abu Samrah. Lokasi tersebut telah ditutup sejak Juni 2017 menyusul blokade yang dijalankan pemerintah Saudi terhadap Qatar.

RIYADH, KOMPAS.com - Cetak biru sebuah proyek penggalian kanal di perbatasan Arab Saudi dengan Qatar diduga bocor ke media di Saudi.

Cetak biru tersebut menunjukkan rencana kerajaan yang ingin mengubah wilayah semenanjung menjadi pulau yang benar-benar terpisah dari daratan Arab.

Belum adanya pernyataan maupun bantahan resmi dari Riyadh, meski telah beberapa hari sejak isu ini beredar, seolah menunjukkan kebenaran rencana tersebut.

Dilaporkan laman berita Sabq yang dilansir AFP, proyek yang diberi nama "Kanal Salwa" tersebut akan dikerjakan oleh perusahaan swasta Mesir yang telah berpengalaman dalam pengerjaan pelebaran Terusan Suez.

Baca juga: AS Sepakat Jual Artileri Senilai Rp 18 Triliun ke Arab Saudi

"Proyek ini akan didanai sepenuhnya melalui investasi sektor privat Saudi dan Emirat, serta di bawah orotitas penuh Saudi," tulis media tersebut, Senin (9/4/2018).

Sabq menambahkan di dalam cetak biru proyek kanal tersebut akan digali dengan kedalaman hingga 15-20 meter dan lebar mencapai 200 meter, sehingga memungkinkan untuk dilalui kapal dagang.

Selain itu, keberadaan kanal disebut juga akan berdampak pada peningkatan sektor pariwisata dengan bertambahnya sekitar 60 kilometer garis pantai di Arab Saudi.

Meski demikian, proyek penggalian kanal tersebut masih harus menunggu lampu hijau dari pihak berwenang.

Sementara itu media Qatar menuliskan, proyek kanal yang akan memisahkan wilayah emirat Qatar dengan daratan Arab tersebut sebagai sebuah upaya untuk semakin mengetatkan blokade terhadap negara itu.

"Proyek kanal akan tampak sebagai upaya untuk makin memperketat blokadi di Qatar dan upaya mengambil alir perdagangan dari emira," tulis The New Arab.

Perselisihan antara Qatar dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain terjadi sejak Juni tahun lalu, di mana Riyadh dan negara-negara sekutunya memutuskan hubungan dengan Doha.

Baca juga: Qatar Izinkan Perempuan Jadi Sukarelawan Militer

Mereka menuduh Qatar telah membina hubungan dekat dengan rival Saudi, Iran, serta dituduh mendukung kelompok ekstremis Islam.

Blokade telah dilakukan dengan penutupan perbatasan Qatar dengan Saudi yang menjadi satu-satunya perbatasan darat negara itu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X