Hari Ini dalam Sejarah: Akhir Kekuasaan Napoleon di Perancis

Kompas.com - 11/04/2018, 12:22 WIB
Lukisan karya Karl Stenben ini mengisahkan kembalinya Napoleon Bonaparte dari Pulau Elba tempatnya diasingkan. WikipediaLukisan karya Karl Stenben ini mengisahkan kembalinya Napoleon Bonaparte dari Pulau Elba tempatnya diasingkan.
|

KOMPAS.com - Napoleon Bonaparte (1769-1821) dikenal sebagai ahli militer hebat di zamannya dan nyaris menaklukkan Eropa.

Namun, pada akhirnya Napoleon tak kuasa menahan gempuran beberapa negara yang bergabung untuk melawannya.

Sang Kaisar Perancis itu akhirnya menyerah dengan menandatangani Perjanjian Fontainebleau pada 11 April 1814 yang berujung pada pembuangannya di Pulau Elba.

Dalam Perang Koalisi Ke-6 (1812-1814), sebuah persekutuan antara Austria, Prussia, Swedia, Inggris, serta beberapa negara bagian Jerman sukses memukul mundur pasukan Perancis dari Jerman pada 1813.


Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Napoleon Bonaparte Mundur dari Moskwa

Setahun kemudian, Inggris, Spanyol, dan Portugal melakukan invasi ke Perancis melalui Pegunungan Pyrenees.

Di saat yang sama Rusia, Austria, dan para sekutunya menyerbu Perancis dengan menyeberangi Sungai Rhine.

Setelah Pertempuran Paris pada 30-31 Maret 1814, pasukan Perancis menyerah dan memaksa Napoleon untuk bernegosiasi dengan negara-negara koalisi.

Usai memenangkan pertempuran negara-negara koalisi mengatakan mereka menegaskan menghormati integritas Perancis tetapi yang ingin lagi berurusan dengan Napoleon.

Negara-negara koalisi mengatakan tetap menghormati Perancis sebagai negara besar dan meminta senat menunjuk pemerintahan sementara yang akan mengendalikan urusan administrasi dan membentuk konstitusi baru bagi rakyat Perancis.

Pada 1 April 1814, Tsar Rusia Alexander I  bertemu dengan senat conservateur, sebuah lembaga yang berperan sebagai penasihat pemerintah Perancis.

Pada intinya, Rusia menawarkan hal yang sama seperti disampaikan negara-negara koalisi sehari sebelumnya.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo

Sebagai bentuk itikad baik, Rusia akan membebaskan 150.000 tahanan perang Perancis yang ditahan sejak Napoleon melakukan invasi ke Rusia pada 1812.

Pada 2 April 1814, Senat Perancis menyetujui persyaratan yang diajukan negara-negara koalisi dan mengesahkan resolusi untuk menyingkirkan Napoleon.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X