Kompas.com - 11/04/2018, 10:54 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Rusia pada Selasa (10/4/2018) memveto draf yang diajukan Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB, untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah.

Dilansir dari AFP, sebelumnya, sejumlah negara Barat menuding pasukan Suriah yang didukung Rusia telah memakai gas beracun untuk menyerang wilayah pemberontak di Douma, Ghouta Timur, dan menewaskan puluhan warga sipil.

Veto Rusia di Dewan Keamanan PBB merupakan yang ke-12 kalinya untuk menghentikan aksi penyelidikan terhadap sekutunya, Suriah.

Sebanyak 12 negara anggota Dewan Keamanan PBB mendukung resolusi AS, termasuk Perancis, Inggris, Kazakhstan, Kuwait, dan negara-negara AFrika.

Baca juga : Rusia: Israel Pelaku Serangan terhadap Pangkalan AU Suriah

Sementara Bolivia memilih menentang rancangan tersebut, dan China abstain.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menuduh AS membuat draf itu sebagai dalih untuk membenarkan tindakan terhadao Suriah dan mengambil satu langkah lagi menuju konfrontasi.

"Kami menggunakan veto untuk melindungi hukum internasional, perdamaian, dan keamanan, untuk memastikan Anda tidak membawa Dewan keamanan dalam petualangan Anda," katanya.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley menyatakan, Rusia harus disalahkan atas kegagalan dewan mengambil tindakan terhadap Suriah, dalam perang yang kini memasuki tahun ke-8.

"Rusia telah menghancurkan kredibilitas dewan," ucapnya.

"Sejarah akan mencatat ini, hari ini, Rusia memilih melindungi monster daripada kehidupan masyarakat Suriah," tambahnya.

Baca juga : Duta Besar AS untuk PBB: Dunia Harus Menyaksikan Keadilan di Suriah

Sementara itu, Rusia mengajukan draf resolusi untuk pencarian fakta oleh Organisasi Anti Senjata Kimia (OPCW) di Suriah, namun tidak akan mengidentifikasi pelaku serangan.

Draf tersebut hanya disetujui oleh lima negara. Draf resolusi yang diajukan di Dewan Keamanan PBB membutuhkan 9 suara dari 15 anggota, dan tidak boleh ada veto dari lima anggota permanen yang terdiri dari Inggris, China, Perancis, Rusia, dan AS.

Rusia dan Suriah meminta OPCW mengirimkan ahlinya ke Douma, do mana gas racun diduga digunakan dalam serangan pada Sabtu (7/11/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.