Kompas.com - 11/04/2018, 10:17 WIB

Kemudian, rencana pernikahan mengalami sedikit perubahan. Keduanya memilih untuk menghadiri pemberkatan pernikahan di gereja pada pagi hari, kemudian siangnya mengikuti ujian.

"Saya senang bisa lulus dan menikah pada hari yang sama. Teman sekelas juga bahagia," kata Atsea.

"Ketika saya berjalan di ruang ujian, selama 10 menit semua orang bersorak sebelum dan sesudah ujian. Kemudian, saya kembali ke resepsi pernikahan karena tamu saya sudah menunggu," lanjutnya.

Sementara upacara pernikahan Atoh di gereja selesai sekitar pukul 11.00.

"Setelahnya, saya ikut ujian. Ketika saya sampai kampus, teman-teman juga bergembira," ujarnya.

Baca juga : Wabah Demam Lassa Menyebar di Nigeria, 78 Orang Tewas

Benjamin Ogbu, seorang dosen di universitas tersebut mengatakan, jadwal ujian memang tidak bisa diubah.

"Itu tidak menghalangi administrasi ujian. Kami senang bahwa mereka mampu melakukan keduanya sekaligus," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.