Kompas.com - 10/04/2018, 20:05 WIB
Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thani (tengah) saat berkunjung ke Gedung Putih di Washington DC, AS, Senin (9/4/2018). Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thani (tengah) saat berkunjung ke Gedung Putih di Washington DC, AS, Senin (9/4/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemerintah AS telah mencapai kesepakatan penjualan rudal dengan Qatar senilai 300 juta dollar atau lebih dari Rp 4 triliun.

Kesepakatan tercapai usai pertemuan antara Presiden Donald Trump dengan Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al-Thani di Gedung Putih, Senin (9/4/2018).

Penjualan rudal antara kedua negara kali ini adalah untuk 5.000 unit sistem persenjataan rudal presisi (APKWS), serta 5.000 hulu ledak berdaya ledak tinggi.

"Qatar adalah kekuatan penting untuk tercapainya stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di kawasan Teluk Arab," tulis pernyataan Departemen Luar Negeri AS dilansir AFP.

"Ketertatikan yang saling menguntungkan menjadi landasan hubungan kami dengan Angkatan Udara Emir Qatar dalam memainkan peranan menjaga pertahanan negara itu," tambah pernyataan itu.

Baca juga: Qatar Izinkan Perempuan Jadi Sukarelawan Militer

Qatar telah menjadi sekutu lama militer Amerika Serikat dan telah menjadi markas bagi pangkalan udara terbesar AS di Timur Tengah, meski hubungan kedua negara kini tertutup krisis dengan negara Arab lainnya.

Pemerintah Qatar sejak tahun lalu dikucilkan dengan blokade diplomatik dan perdagangan oleh negara-negara tetangganya yang dipimpin Koalisi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Koalisi Saudi bersama Uni Emirat telah menuduh pemerintahan Emir Thani memiliki kesepakatan dengan musuh bebuyutan mereka, Iran, serta dituduh mendanai kelompok ekstremis Islam.

Emir Qatar telah bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis sebelum dijadwalkan bertemu Trump dalam kunjungannya ke Washington.

Kunjungan tersebut dilakukan Emir Thani hanya beberapa hari usai Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dalam agenda perjalanan tiga pekannya ke AS.

Baca juga: Turki Bakal Tempatkan Militer di Qatar

Pada pertemuan dengan Putra Mahkota Saudi, AS juga telah mengkonfirmasi kesepakatan penjualan senjata senilai 2 miliar dollar (sekitar Rp 27,5 triliun) dengan Kerajaan Saudi.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X