Kompas.com - 10/04/2018, 18:05 WIB
|

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemerintah Iran, Selasa (10/4/2018) akan menetapkan nilai tukar 41.000 rial untuk setiap 1 dolar AS demi mengakhiri krisis nilai mata uang.

Nilai tukar mata uang Iran, rial terhadap dolar AS jatuh ke titik terendah pada Senin (9/4/2018), ketika satu dolar AS setara dengan 60.000 rial.

"Nilai tukar dolar ditetapkan menjadi 42.000 rial," kata Wakil Presiden Eshaq Jahangiri dalam sebuah pidato menyusul rapat kabinet darurat pada Senin malam.

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri sistem dua nilai tukar yaitu nilai tukar yang ditetapkan bank sentral dan nilai pasar.

Baca juga : Pemimpin Tertinggi Iran: Negosiasi dengan Israel Tak Bisa Dimaafkan

"Kami tidak akan menggunakan nilai tukar lain di pasaran. Bagi pemerintah nilai tukar di luar yang ditetapkan adalah ilegal," tambah Jahangiri.

Pekan ini kekacauan terjadi setelah nilai tukar rial terjun bebas dibanding pada Februari lalu.

Saat itu, pemerintah Iran sukses mengendalikan fluktuasi nilai tukar lewat pemberantasan perdagangan valuta ilegal dan meningkatkan suku bunga.

Namun, kebijakan itu terbukti hanya menjadi obat jangka pendek saat nilai tukar rial kembali jatuh akhir Maret lalu.

Pada Minggu (8/4/2018) siang, sebagian besar tempat penukaran valuta asing di Teheran menolak untuk menjual mata uang asing dan menanti pasar menjadi lebih stabil.

Akibatnya, antrean panjang terlihat di beberapa tempat penukaran valuta asing yang masih beroperasi dengan hanya menjual maksimal 1.000 dolar AS untuk tiap pelanggan dengan nilai tukar 49.500 rial untuk tiap dolar AS.

Terus melemahnya nilai mata uang rial ini membuat kehidupan warga biasa Iran terdampak karena mengakibatkan harga barang-barang impor melonjak.

Baca juga : Pemimpin Tertinggi Iran: Negosiasi dengan Israel Tak Bisa Dimaafkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.