Kompas.com - 10/04/2018, 15:26 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung menanggapi penggeledehan yang dilakukan Biro Investigasi Federal (FBI) ke kantor pengacara pribadinya, Michael Cohen.

Diwartakan BBC Selasa (10/4/2018), dalam pertemuan kabinet, Trump menyebut penggerebekan tersebut sebagai sebuah tindakan yang sangat memalukan.

Presiden 71 tahun itu menyamakan penggerebekan ke kantor Cohen sebagai "aksi perburuan terhadap penyihir".

"Tindakan yang sudah berlangsung lebih dari 12 bulan ini jelas merupakan sebuah serangan terhadap negara kita," kata Trump di hadapan awak media.

Trump juga menyerang Penasihat Khusus Robert Mueller, yang disebut memimpin penggeledahan di kantor Cohen di Manhattan tersebut.

Baca juga : FBI Gerebek Kantor Pengacara Pribadi Trump

Mueller tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia yang membantu kemenangan Trump saat Pemilu Presiden AS 2016.

"Robert Mueller dan timnya adalah sekelompok orang paling bias di sini," kecam mantan pembawa acara drama realitas The Apprentice itu.

Diwartakan Washington Post, FBI mengawasi Cohen setelah dia diduga melakukan tiga pelanggaran hukum.

Yakni penipuan bank, penipuan kabel diplomatik, dan pelanggaran yang berkaitan dengan finansial kampanye Pilpres 2016.

Pengacara Cohen, Stephen Ryan berujar, sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kampanye Trump saat Pilpres 2016 disita atas permintaan Mueller.

Selain itu, dokumen yang berhubungan dengan Stormy Daniels, bintang porno yang mengaku berselingkuh dengan Trump di 2006 juga disita.

Cohen merupakan kuasa hukum, sekaligus orang kepercayaan Presiden Trump selama bertahun-tahun.

Dia memberikan masukan ke Trump terkait real estate, masalah pribadi, dan dukungan penuh sejak Trump terpilih menjadi presiden.

Cohen mulai menjadi sorotan setelah dia mengaku telah memberikan uang sebesar 130.000 dolar AS, sekitar Rp 1,7 miliar, kepada Daniels.

Uang yang diduga merupakan bentuk kesepakatan tutup mulut itu diberikan melalui rekening pribadi Cohen.

Dia menegaskan tidak mendapat perintah dari Trump, atau tim kampanyenya saat Pilpres 2016.

Pekan lalu, Trump menyangkal soal perselingkuhannya dengan Daniels, maupun kabar bahwa Cohen membayar sejumlah uang ke bintang porno tersebut.

Baca juga : Pengacara Trump Akui Bayar Rp 1 Miliar ke Aktris Porno

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.