Duta Besar AS untuk PBB: Dunia Harus Menyaksikan Keadilan di Suriah

Kompas.com - 10/04/2018, 07:52 WIB
Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional serta situasi di Timur Tengah, Senin (9/4/2018), New York, Amerika Serikat. (AFP/Don Emmert) Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional serta situasi di Timur Tengah, Senin (9/4/2018), New York, Amerika Serikat. (AFP/Don Emmert)

NEW YORK, KOMPAS.com - Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki Halley pada Senin (9/4/2018) mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menindak dugaan penggunaan senjata kimia dalam serangan di wilayah pemberontak di Suriah pada pekan lalu.

AS juga menyatakan bersiap menanggapi serangan yang menewaskan puluhan warga sipil tersebut pada Sabtu lalu.

"Kami telah mencapai momen ketika dunia harus menyaksikan keadilan ditegakkan," kata Haley pada pertemuan darurat di maskas besar PBB, di New York, AS.

Baca juga : Rusia: Israel Pelaku Serangan terhadap Pangkalan AU Suriah

Inggris, Perancis, AS, dan enam negara lainnya meminta diselenggarakannya pertemuan itu, setelah gas beracun diduga digunakan di kota Douma, yang dikuasai pemberontak, dan menewaskan setidaknya 40 orang.

"Sejarah akan mencatat bagaimana Dewan Keamanan melepaskan tugasnya atau menunjukkan kegagalan total, atau justru sepenuhnya melindungi rakyat Suriah," katanya.

Sementara, Rusia memperingatkan ancaman serangan militer AS untuk menanggapi tuduhan tersebut akan berakibat buruk. Rusia menekankan, penggunaan klorin atau sarin belum terkonfirmasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, pemerintah Rusia telah menyampaikan kepada AS bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan pasukannya berada di wilayah Suriah yang berisiko.

Baca juga : AS Bantah Terlibat dalam Serangan Rudal di Pangkalan Militer Suriah

Para ahli Rusia yang berada di lokasi serangan mengklaim tidak menemukan bukti penggunaan klorin atau sarin.

Nebenzia menuduh negara Barat mengejar kebijakan konfrontatif dengan memfitnah, sanksi, dan ancaman dengan penggunaan kekerasan.

Berbicara di Washington DC, Presiden AS Donald Trump berjanji akan membuat keputusan besar dalam 24 hingga 48 jam untuk menanggapi dugaan serangan senjata kimia di Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.